Dibayangi Kekhawatiran Inflasi, Dow Jones Terkoreksi Setelah Reli 8 Hari
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (14/05/2024). Dow Jones terkoreksi setelah reli delapan hari berturut-turut. S&P 500 turun tipis, sedangkan Nasdaq ditutup menguat.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Melonjak dan Catat Reli Terpanjang pada 2024
Dow Jones Industrial Average tergelincir, menghentikan kenaikan delapan hari berturut-turutnya, karena para trader bergulat dengan meningkatnya ekspektasi inflasi menjelang laporan penting yang akan dirilis minggu ini.
Dikutip dari CNBC, indeks Dow Jones turun 81,33 poin, atau 0,21%, menjadi 39,431.51. S&P 500 turun tipis 0,02%, berakhir pada 5.221,42. Nasdaq Composite bertambah 0,29%, ditutup pada 16,388.24.
Survei Federal Reserve di New York menunjukkan konsumen bulan lalu menaikkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan harga baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam basis satu tahun, ekspektasi inflasi naik menjadi 3,3%. Prospek lima tahun mereka meningkat menjadi 2,8%.
Saham sempat menarik keuntungan setelah hasil survei dikeluarkan. Angka-angka itu juga muncul menjelang dua rilis data ekonomi utama.
Laporan indeks harga konsumen dijadwalkan pada hari Rabu. Ekonom memperkirakan kenaikan di bulan April sebesar 0,4% bulan ke bulan (mtm) dan 3,4% tahun ke tahun (yoy), menurut Dow Jones. Indeks harga produsen, yang akan dirilis pada hari Selasa, diperkirakan naik 0,3%.
Saham GameStop melonjak 74% setelah “Roaring Kitty,” julukan Reddit trader di balik 'short squeeze' tahun 2021, diposting online untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.
Dow menunjukkan kinerja mingguan terbaiknya pada tahun 2024, naik lebih dari 2% minggu lalu. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik lebih dari 1% selama periode tersebut.
Rata-rata indeks utama telah kembali mencapai level rekor yang dicapai pada bulan Maret setelah kemunduran singkat. Dow, S&P 500 dan Nasdaq semuanya berada dalam 1% dari penutupan tertingginya.
Baca Juga
Survei Michigan Ungkap Sentimen Konsumen AS, Kekhawatiran Inflasi Meningkat

