Dow Jones Terkoreksi Setelah Sempat Tembus 40.000 untuk Pertama Kalinya
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) sedikit melemah pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (17/05/2024). Dow Jones sempat melonjak hingga menembus level 40.000. S&P 500 dan Nasdaq juga terkoreksi.
Baca Juga
Dow Jones Akhirnya Tembus 40.000 di Tengah Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga
Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit lebih rendah pada hari Kamis setelah sempat melonjak di atas 40,000 untuk pertama kalinya.
Pada titik tertingginya, rata-rata blue-chip mencapai 40,051.05, puncak dari pasar bullish yang dimulai pada Oktober 2022. Indeks telah mendekati angka 40,000 pada awal tahun ini sebelum sedikit kemunduran pada bulan April karena kekhawatiran mengenai suku bunga tinggi yang menjatuhkannya. mundur. Reli ini kembali terjadi pada bulan Mei didukung oleh pendapatan yang kuat dan beberapa pembacaan inflasi yang lemah.
Pada akhirnya, 30 saham Dow mengakhiri hari dengan turun 38,62 poin, atau 0,1%, ditutup pada 39,869.38. S&P 500 turun 0,21%, ditutup pada 5.297,10. Nasdaq Composite mengakhiri hari lebih rendah sebesar 0,26%, berakhir pada 16,698.32.
Selama sesi tersebut, indeks S&P 500 juga naik ke rekor baru setelah ditutup di atas level 5.300 untuk pertama kalinya pada hari Rabu, sementara Nasdaq yang padat teknologi mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Dow telah naik hampir 6% pada tahun 2024, sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing-masing naik 11%.
“Pencapaian ini merupakan bukti kekuatan pembentukan modal, inovasi, pertumbuhan laba, dan ketahanan ekonomi,.Momentum teknis dan kekuatan fundamental baru-baru ini, termasuk pendapatan dan suku bunga, menunjukkan kenaikan lebih lanjut dalam jangka pendek,” tutur John Lynch, kepala investasi di Comerica Wealth Management, seperti dilansir CNBC.
Walmartlah memimpin kenaikan Dow di atas 40.000. Pengecer terbesar di dunia ini melonjak hampir 7% karena hasil fiskal kuartal pertama yang kuat. Walmart naik 21% pada tahun 2024 (ytd/year to date).
Kenaikan Dow menuju angka 40,000 terjadi karena ekspektasi penurunan suku bunga dan antusiasme seputar kecerdasan buatan meningkatkan sentimen investor. Pemotongan suku bunga Federal Reserve yang pertama diperkirakan akan terjadi pada bulan September, menurut FedWatch Tool dari CME Group. Ekspektasi tersebut meningkat setelah kenaikan harga konsumen bulan April yang lebih kecil dari perkiraan dilaporkan awal pekan ini.
Selain itu, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan teknologi seperti Amazon, Meta Platforms, dan Nvidia semuanya meningkat tajam dari tahun ke tahun.
Amazon, yang baru saja bergabung dengan Dow yang berusia lebih dari satu abad pada kuartal pertama, menguat lebih dari 20% pada tahun ini. Perusahaan Dow berkinerja terbaik lainnya tahun ini termasuk American Express, yang naik sekitar 29% pada periode tersebut, dan Goldman Sachs, yang naik 20%. Nama-nama tersebut naik karena investor memperkirakan perekonomian akan terhindar dari resesi dan konsumen akan tetap kuat.
Analis Baird, Ross Mayfield berpendapat reli ini masih memiliki kekuatan untuk berlanjut.
“Ini menunjukkan semua tanda-tanda pasar bullish siklis dan sejauh yang kami tahu masih belum kehabisan tenaga,” katanya kepada CNBC dalam sebuah wawancara.
Baca Juga
Wall Street Bergairah: Tiga Indeks Utama Cetak Rekor, S&P 500 Tembus Level 5.300

