Dibayangi Kekhawatiran Ekonomi Global, Indeks Dow Jones Merosot Lebih dari 300 Poin
JAKARTA, investortrust – Indeks utama bursa saham Wall Street jatuh pada hari Selasa waktu AS atau Rabu dini hari waktu Indonesia karena kekhawatiran atas keadaan ekonomi global. Khususnya kekhawatiran terkait ekonomi China dan menurunnya kinerja bank-bank AS.
Dilansir dari CNBC.com, Rabu (16/8/2023), Dow Jones Industrial Average turun 361,24 poin, atau 1,02%, berakhir pada 34.946,39 dan mematahkan rekor positif selama tiga hari.
S&P 500 mencatat kemunduran 1,16%, ditutup pada 4.437,86 dan mengakhiri sesi di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, sebuah langkah yang mungkin menandakan dimulainya tren turun. Komposit Nasdaq terkoreksi 1,14% menjadi 13.631,05.
Saham keuangan di AS melemah. Saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo turun 2%, dan Bank of America melemah 3%.
Sentimen negatif penggabungan bank dipicu peringatan Fitch yang kemungkinan harus menurunkan peringkat kredit puluhan bank, termasuk JPMorgan Chase. Pekan lalu, Moody's menurunkan peringkatnya pada 10 bank AS dan menempatkan institusi besar lainnya dalam daftar pantauan untuk potensi penurunan peringkat.
Bank regional juga diperdagangkan lebih rendah, dengan SPDR S&P Regional Banking ETF (KBE) turun sekitar 3%. Saham jatuh setelah Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari berbicara mendukung peraturan baru permodalan.
“Saat ini sepertinya semuanya cukup stabil. Risikonya adalah jika inflasi tidak sepenuhnya terkendali, dan kita harus menaikkan suku bunga lebih jauh dari sini. Untuk menurunkannya, mereka mungkin menghadapi lebih banyak kerugian daripada yang mereka hadapi saat ini. Dan tekanan ini bisa berkobar lagi di masa depan” kata Kashkari dalam rapat balai kota hari Selasa.
Sentimen investor juga melemah secara global setelah China melaporkan data ekonomi yang mengecewakan dan bank sentralnya melakukan penurunan suku bunga secara mengejutkan.

