Cermati Data Inflasi Tiongkok, Pasar Asia Mayoritas Terkoreksi
AKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada hari Senin (13/05/2024) karena investor menilai data inflasi Tiongkok bulan April yang lebih tinggi dari perkiraan.
Baca Juga
Indeks harga konsumen Tiongkok naik 0,3% YoY, mengalahkan perkiraan Reuters yang memperkirakan kenaikan 0,2%.
Namun indeks harga produsen turun 2,5% YoY, lebih besar dari perkiraan penurunan sebesar 2,3%.
Sorotan data minggu ini adalah produk domestik bruto Jepang kuartal pertama, yang diperkirakan turun 0,4% dibandingkan kuartal terakhir tahun 2023.
Angka inflasi India juga akan dirilis pada Senin malam, dengan para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi di negara dengan perekonomian terbesar kelima di dunia ini akan sedikit melambat menjadi 4,8% pada bulan April, turun dari 4,85% pada bulan Maret.
Mengutip CNBC, Nikkei 225 Jepang dibuka 0,32% lebih rendah, sedangkan Topix berbasis luas turun 0,46%.
Kospi Korea Selatan naik 0,29%, sedangkan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun sedikit.
S&P/ASX 200 Australia kehilangan 0,2%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 18,925, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di 18,963.68.
Pada hari Jumat di AS, Dow Jones Industrial Average mencatat sesi kemenangan kedelapan berturut-turut dan mencatat minggu terbaiknya di tahun 2024. Indeks 30 saham tersebut bertambah 0,32% selama sesi tersebut.
S&P 500 naik 0,16% dan Nasdaq Composite melemah 0,03%.
Data sentimen konsumen yang dirilis Jumat pagi menunjukkan peningkatan besar dalam ekspektasi inflasi, sehingga mengekang antusiasme investor.
Angka awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan pada bulan Mei berada di angka 67,4, jauh di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 76 dan menandai angka terendah dalam sekitar enam bulan.
Baca Juga

