Ekonom Dunia: AI Bisa Picu Kesenjangan Ekonomi Global
JAKARTA, investortrust.id - Para ekonom dunia memeprkirakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) bisa memberi dampak buruk terhadap perekonomian global.
Demikian hasil survei World Economic Forum (WEF) terhadap 60 kepala ekonom dunia. Survei tersebut menyebutkan Salah satu dampaknya adalah kesenjangan ekonomi antara negara-negara di dunia.
Baca Juga
Survei WEF : Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Melemah Tahun 2024
Berdasarkan survei WEF terhadap lebih dari 60 kepala ekonom, baik dari sektor swasta maupun publik, sebanyak 56% di antaranya memperkirakan kondisi perekonomian global akan melemah, namun berbeda antar kawasan.
Mayoritas ekonom memperkirakan pertumbuhan moderat atau kuat akan terjadi di China dan Amerika Serikat. Pasalnya, kedua negara tersebut mengadopsi banyak AI untuk membantu meningkatkan pertumbuhan sektor bisnis tanpa perlu menghabiskan banyak budget.
Sementara itu, pertumbuhan lemah atau sangat lemah diprediksi terjadi di Eropa. Adapun diperkirakan setidaknya pertumbuhan moderat terjadi di wilayah Asia Selatan, Asia Timur, dan Pasifik.
“Meskipun kemajuan teknologi dapat memberikan dorongan baru terhadap produktivitas global, namun secara terpisah AI akan memberikan dampak yang tidak merata terhadap perekonomian dunia,” sebut ekonom WEF berdasarkan survei tersebut, dikutip dari Aljazeera, Selasa (16/1/2024).
Secara keseluruhan, 94% ekonom yang disurvei memperkirakan AI akan meningkatkan produktivitas secara signifikan di negara-negara berpendapatan tinggi selama lima tahun ke depan. Namun hanya 53% yang memperkirakan dampak serupa akan terjadi di negara-negara berpendapatan rendah.
Baca Juga
WEF 2024 : Mengembalikan Kepercayaan di Tengah Dunia yang Terpecah
Selain survei di atas, WEF merilis studi mengenai kualitas pertumbuhan ekonomi di 107 negara. Mereka menyimpulkan bahwa sebagian besar negara tumbuh dengan cara yang tidak ramah lingkungan dan tidak inklusif secara sosial.
“Menghidupkan kembali pertumbuhan global sangat penting untuk mengatasi tantangan-tantangan utama, namun pertumbuhan saja tidak cukup,” kata Direktur Pelaksana WEF, Saadia Zahidi.

