Di Forum Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G20, Sri Mulyani: Konflik Global Perparah Kesenjangan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani Indrawati menghadiri forum Finance Ministers and Bank Central Governors (FMCBG) negara anggota G20 di Sao Paulo, Brasil. Pada pertemuan itu, Sri Mulyani turut menyoroti imbas geopolitik akibat perang dan konflik.
“Tren dan guncangan global saat ini, seperti pandemi, perubahan iklim, teknologi digital, fragmentasi, dan proteksionisme perdagangan memperparah kesenjangan dan berdampak negatif bagi negara berpendapatan rendah, terutama bagi keluarga miskin, perempuan, dan daerah tertinggal," ujar Sri Mulyani melalui keterangan resminya, Jumat (01/03/2024).
Sri Mulyani menyebut para menkeu dan gubernur bank sentral anggota G20 sepakat pemulihan ekonomi mengalami perbaikan. Meski demikian, prospek pertumbuhan jangka menengah masih terlihat lemah.
Baca Juga
Jadi Perhatian, Inflasi Pangan Indonesia Masuk 6 Besar Kelompok G20
Dia menyebut situasi yang penuh tantangan ini memperburuk tekanan sosio-ekonomi dan lingkungan hidup yang telah ada. Bahkan, kata dia, memberi dampak negatif terhadap penduduk miskin dan rentan, yang sebagian besar tinggal di negara-negara berkembang.
Untuk itu, kata dia, dalam FMBCG para menkeu dan gubernur bank sentral berpandangan untuk melanjutkan upaya membuat bank-bank pembangunan multilateral (Multilateral Development Banks, MDBs) secara lebih baik, besar, dan efektif dengan merujuk pada capaian saat Presidensi Italia, Indonesia, dan India.
Selain itu, para menkeu dan gubernur bank sentral mendorong segera diimplementasikannya dua pilar perpajakan internasional (Two-Pillar Solution). Utamanya untuk penandatanganan Konvensi Multilateral Pilar 1 pada akhir Juni 2024.
Baca Juga
Anindya: Setelah Memimpin G20 dan ASEAN, Apa Peran Indonesia di 2024?
Di forum tersebut, para menkeu dan gubernur bank sentral anggota G20 menganggap perlu untuk terus memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan dan respons pandemi, serta meningkatkan mobilisasi pendanaan untuk mendukung investasi infrastruktur dan transisi yang adil.
Bahas OECD
Di sela-sela menghadiri pertemuan pertama para FMBCG G20 di bawah Presidensi Brasil kali ini, Sri Mulyani juga menggelar pertemuan bilateral dengan menkeu dari negara-negara sahabat dan pimpinan organisasi internasional.
Baca Juga
Targetkan Keanggotaan Penuh dalam 3 Tahun, Menko Airlangga Harap Dukungan Anggota OECD
Di salah satu sesi, Sri Mulyani bertemu dengan Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann. Dalam pertemuan itu, Sri Mulyani menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh anggota OECD yang diberikan terhadap keinginan Indonesia menjadi anggota OECD. Ini setelah serangkaian diskusi sejak September 2023 hingga Januari 2024.
Sri Mulyani juga menyampaikan kesiapan dan komitmen. Dia mengatakan pemerintah Indonesia akan berdiskusi dalam penyusunan Peta Jalan Proses Aksesi Indonesia.

