Menlu Suarakan Solidaritas Global untuk Atasi Kesenjangan di Sidang Umum PBB
JAKARTA, Investortrust.id – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyuarakan langkah meningkatkan solidaritas dan tanggung jawab kolektif global sebagai upaya mengatasi berkurangnya kepercayaan dan kesenjangan global.
Hal ini disampaikan Retno dalam pidatonya di depan Majelis Umum PBB, Sabtu (23/9/2024) di New York, Amerika Serikat.
Apa yang disampaikan Retno sejatinya merupakan pesan inti dari Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di tahun 1955. Melalui 10 Prinsip Bandung, Indonesia menyerukan kepada seluruh negara untuk menghormati Hak Asasi Manusia, Piagam PBB, kedaulatan dan integritas wilayah, kesetaraan, menyelesaikan konflik secara damai, serta mendorong peningkatan kerja sama dan kepentingan bersama.
Baca Juga
Sekjen PBB: Motto Bhinneka Tunggal Ika Relevan untuk Dunia yang Terbelah
Semangat Bandung inilah yang mendorong Indonesia menjadi negara yang bisa ‘mendengar’ dan selalu menjadi bagian dari solusi.
“Dunia saat ini berada di persimpangan jalan. Satu- satunya jalan untuk mengatasi berkurangnya kepercayaan dan kesenjangan global adalah dengan meningkatkan solidaritas dan tanggung jawab kolektif global,” demikian ditegaskan Menlu.
Baca Juga
“Bagi Indonesia, kepemimpinan global tidak hanya melulu tentang kekuasaan atau pengaruh untuk mendikte orang lain. Kepemimpinan global adalah tentang mendengarkan yang lain, menjadi bridge builder, menghormati hukum internasional secara konsisten, serta menghormati semua negara secara setara” tambahnya.

