Indonesia Tekankan Aksi Global untuk Atasi Ancaman Kenaikan Permukaan Laut di Sidang Umum PBB
NEW YORK, investortrust.id - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi “Sea Level Rise" yang membahas mengenai ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan laut, di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-79 di New York, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (25/9/2024) waktu setempat.
Retno menegaskan bahwa dampak kenaikan permukaan laut tidak hanya dirasakan oleh negara-negara pesisir, tetapi juga oleh komunitas yang terletak jauh di daratan. Hal ini menjadikan kenaikan permukaan laut sebagai krisis global yang memerlukan aksi segera.
Pada kesempatan tersebut Retno menyampaikan tiga poin penting terkait dengan ancaman eksistensial kenaikan permukaan air laut.
Pertama, diperlukan aksi iklim yang lebih ambisius untuk atasi pemanasan global. Target 1,5 derajat Celsius adalah harga mati. Untuk mencapainya, diperlukan pembagian beban yang adil, bukan pengalihan beban,” katanya mengutip keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Kamis (26/9/2024).
Baca Juga
Temui Perwakilan Uni Eropa di Sidang Umum PBB, Menlu RI Bahas Konflik Timur Tengah
Kedua, Menlu RI menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional dalam hadapi kenaikan permukaan laut. Penekanan diberikan pada upaya peningkatan kapasitas, bantuan teknis, dan langkah kolektif untuk menggalang sumber daya, termasuk pembiayaan dan teknologi yang dapat diakses oleh semua negara.
“Ketiga, memperkuat kehendak politik global untuk atasi dampak kenaikan permukaan laut, yang meliputi hilangnya wilayah dan terganggunya mata pencaharian,” ujarnya.
Retno juga mengusulkan perlunya agenda global khusus tentang kenaikan permukaan laut dan menyerukan penguatan kerangka hukum internasional yang mampu melindungi kedaulatan negara dan penduduk. Pemajuan ilmu pengetahuan dan data juga perlu di dorong dalam mendukung pengambilan kebijakan yang efektif.
Pertemuan Tingkat Tinggi 'Sea Level Rise' dihadiri 128 negara dan membahas upaya bersama untuk mengatasi kenaikan permukaan laut, termasuk melalui pendanaan iklim, kedaulatan wilayah dan batas zona maritim negara, serta pengambilan keputusan berbasis data ilmiah.
Baca Juga
Di Sidang Umum PBB, Menlu Retno Kutuk Serangan Israel ke Lebanon
Terkait isu ini, Indonesia sendiri telah mengambil langkah konkret dengan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Tinggi pertama Forum Negara Kepulauan dan Pulau Kecil (Archipelagic and Island States Forum) pada Oktober lalu di Bali, yang bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi internasional, termasuk mengeksplorasi mekanisme pembiayaan inovatif untuk negara-negara kepulauan dan pulau kecil.
“Kenaikan permukaan laut adalah alarm bagi dunia. Jangan tunda lagi, bertindaklah sekarang untuk melindungi jutaan jiwa dan generasi mendatang,” tegasnya.

