Indonesia Cegah Kenaikan Suhu Permukaan Bumi Tak Lebih dari 2 Derajat Celcius, Ini Caranya!
JAKARTA, Investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan berupaya untuk mencegah rata-rata kenaikan suhu permukaan bumi agar tidak lebih dari 2 derajat celcius. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Laksmi Dhewanthi.
Laksmi pun menyebutkan kalau rata-rata kenaikan suhu permukaan bumi saat ini berada di angka 1,1 derajat celcius. Bahkan, ia mengatakan, pemerintah memiliki target agar kenaikan suhu permukaan bumi agar tidak melebihi 1,5 derajat celcius.
Baca Juga
Anomali, Sektor Kehutanan Justru Penyumbang Emisi Karbon Tertinggi
"Saat ini kita sudah naik sekitar 1,1 derajat celcius, dan itu sudah banyak dampaknya terhadap ekosistem-ekosistem," ucap Laksmi dalam acara FGD “ESG di Persimpangan Jalan” di Kantor Investortrust.id, Jakarta, Jumat (24/11/2023).
Untuk mencapai tujuan tersebut, Laksmi mengungkapkan KLHK memiliki sejumlah upaya. Pertama adalah dengan melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% pada 2030 hingga 43,2% dengan bantuan kerja sama internasional.
Kendati demikian, menurut Laksmi angka penurunan emisi gas rumah kaca tersebut masih kurang untuk menekan rata-rata kenaikan suhu permukaan bumi agar tidak melampaui 2 derajat celcius.
Baca Juga
"Jadi kalau kita tidak lakukan, upayakan nanti di akhir abad ini kenaikan suhunya bisa lebih dari 2 derajat celcius, dan akan banyak kehidupan dan makhluk hidup yang tidak akan bisa bertahan hidup," terangnya.
Untuk mengurangi gas rumah kaca tersebut, pemerintah pun melakukan pengurangan emisi di berbagai sektor, yakni kehutanan, energi dan transportasi, limbah, pertanian, hingga IPPU. Kemudian meningkatkan ketahanan iklim, serta menuju Indonesia yang rendah emisi dan tangguh terhadap perubahan iklim.
"Saat ini kehutanan masih menyumbang emisi tertinggi, kenapa? karena ada kebakaran hutan dan lahan. Jadi kalau tanpa kebakaran hutan dan lahan, maka lebih kecil dari energi, tapi karena sekarang masih ada jadi sektor kehutanan masih tinggi," tandas Laksmi. (CR-9)

