Suhu di Kabupaten Bekasi Sentuh 34 Derajat Celcius, Wisatawan Ngadem di Museum
JAKARTA, investortrust.id – Cuaca panas memaksa masyarakat yang ingin berwisata di Kabupaten Bekasi memilih objek wisata dalam ruangan (inbound). Museum Gedung Juang 45 menjadi pilihan. Sambil berwisata, pengunjung bisa ngadem alias berlindung dari hawa panas yang mencapai 34 derajat Celcius.
Eva Alawiyah, wisatawan asal Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memilih Museum Gedung Juang 45 Kabupaten Bekasi sebagai objek wisata. Bersama para murid mengaji dan saudaranya, dia ingin mempelajari sejarah di museum.
Baca Juga
Terimbas Cuaca Panas, Objek Wisata Pulau Situ Gintung 3 Sepi Pengunjung
"Selain itu juga nggak panas. Ngadem," ujar Eva saat ditemui investortrust.id di lokasi, Minggu (15/10/2023), ketika saat suhu di sekitar Tambun Selatan mencapai 34 derajat Celcius.
Eva mengatakan, berwisata ke museum juga tak banyak mengeluarkan biaya. "Kalau ke pantai kan persiapannya lama, belum ongkosnya," kata dia.
Pemandu tur dan perwakilan Museum Juang 45, Jesika Vania Managam mengungkapkan, selama musim kemarau panjang ini, jumlah pengunjung museum justru meningkat.
Tiket Masih Gratis
Menurut Jesika, sejak museum dibuka pada 20 Maret 2021, pengelolabelum menerapkan tarif masuk alias gratis. Pengunjung rata-rata berasal dari sekolah dan komunitas. "Kamisedang melayaniprogram outing class. Pengunjungnya sekitar 1.000 siswa," ujar dia.
Baca Juga
Kekeringan di 24 Kabupaten/Kota, Pemprov Jabar Salurkan 16 Juta Liter Air bagi 302 Ribu KK
Jesika mengatakan, untuk mengantisipasi suhu tinggi saat musim kemarau, pengelola membuat sejumlah antisipasi. Misalnya menyalakan pendingin ruangan (air conditioner/AC) sejak museum buka hingga tutup. "Kami nyalakan AC sejak buka pukul 09.00 hingga tutup pukul 16.00," ujar dia.
Sementara itu, untuk mengontrol kerumunan pengunjung, pengelola museum memecah kelompok pengunjung yang ingin masuk ke dalam museum. “Pengunjung yang belum masuk ke ruangan bisa menunggu di Pojok Ruang Digital yang letaknya di sayap kiri museum,” ucap dia.
Selain itu, menurut Jesika, pengunjung yang belum masuk diarahkan menunggu ke kedai minuman. "Atau kalau nggak, pengunjung bisa menonton di ruangan teater dulu. Semuanya ber-AC," kata dia.
Baca Juga
Cuaca Panas Terik Bisa hingga Oktober, BMKG Ungkap Penyebabnya
Jesika menjelaskan, pengunjung juga dapat memanfaatkan ruang terbuka di luar museum. Ruang terbuka tersebut ada yang memiliki payung permanen dan ditutupi pepohonan yang teduh.
Jesika mengakui, pada musim kemarau ini kunjungan ke Museum Juang meningkat. Dalam sehari, kunjungan pernah mencapai 1.500-an. Jumlah terendah pengunjung yang hadir sekitar 200 pengunjung. "Kalau musim penghujan justru pengunjungnya turun," ucap dia. (CR-7)

