Israel Serang Lebanon, Wakil Hamas Saleh al-Arouri Tewas
BEIRUT, investortrust.id – Wakil komandan Hamas, Saleh al-Arouri dilaporkan tewas di Beirut usai serangan pasukan Israel. Serangan pesawat tanpa awak milik Israel Defense Forces (IDF) itu menyebabkan enam meninggal dunia, termasuk al-Arouri.
Demikian laporan Aljazeera.com yang mengutup pejabat Hamas, Rabu (3/1/2024). “Serangan terhadap warga Palestina di dalam maupun di luar Palestina tidak akan berhasil mematahkan kemauan dan ketabahan rakyat kami, atau merusak kelanjutan perlawanan mereka yang gagah berani. Ini membuktikan sekali lagi kegagalan musuh dalam mencapai tujuan agresifnya di Jalur Gaza,” tegas grup Hamas kepada Aljazeera.com.
Menyusul berita kematian al-Arouri, masjid-masjid di Arura, kota Ramallah utara di Tepi Barat (west bank), berduka atas kematian tokoh tersebut. Pemogokan massal telah diserukan di Ramallah, Rabu (3/1/2024).
Siapa Saleh al-Arouri?
Saleh Al-Arouri (57), adalah wakil kepala biro politik Hamas dan salah satu pendiri sayap bersenjata kelompok tersebut, Brigade Qassam.
Baca Juga
Memasuki 2024, Korban Tewas Konflik Israel-Hamas Sudah Lebih dari 23 Ribu
Dia tinggal di pengasingan, di Lebanon, setelah menghabiskan 15 tahun di penjara Israel. Sebelum perang dimulai pada 7 Oktober 2023, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengancam akan membunuhnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, al-Arouri mengambil peran sebagai juru bicara kelompok tersebut. Ia sempat berbicara kepada Aljazeera.com bulan lalu bahwa Hamas tidak akan membahas kesepakatan pertukaran tawanan yang ditahan kelompok tersebut sebelum perang di Gaza berakhir.
Amerika Serikat menyatakan Saleh al-Arouri sebagai “teroris global” pada tahun 2015. AS bahkan menjanjikan hadiah sebesar US$5 juta untuk setiap informasi tentang al-Arouri.
Pernyataan Israel
eskipun belum ada tanggapan resmi dari Israel mengenai kematian pejabat Hamas, Penasihat Netanyahu, Mark Regev mengatakan, Israel tidak bertanggung jawab atas serangan ini.
“Siapapun yang melakukannya, harus jelas bahwa ini bukanlah serangan terhadap negara Lebanon. Siapa pun yang melakukan ini melakukan serangan terhadap kepemimpinan Hamas,” ujarnya.
Mantan utusan Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon memuji serangan tersebut dan mengucapkan selamat kepada tentara Israel, Shin Bet, dinas keamanan, dan Mossad (badan intelijen Israel) karena membunuh al-Arouri.
Baca Juga
“Siapa pun yang terlibat dalam pembantaian 7/10 harus tahu bahwa kami akan menghubungi mereka dan menutup rekening dengan mereka,” kata Danon dalam media sosial X/twitter dalam bahasa Ibrani, hal ini mengacu pada serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel bagian selatan yang menewaskan hampir 1.200 orang.
Pemboman dan penembakan artileri Israel yang tiada henti di Gaza sejak saat itu telah menewaskan lebih dari 22.000 warga Palestina, termasuk lebih dari 8.000 anak-anak. Menurut media Israel, pemerintah telah memerintahkan para menteri kabinet untuk tidak memberikan wawancara apa pun tentang kematian al-Arouri setelah tweet Danon.
Tanggapan Lebanon
Perdana Menteri sementara Lebanon, Najib Mikati mengutuk serangan di pinggiran kota Beruit dan mengatakan itu adalah “kejahatan baru Israel” serta upaya untuk menarik Lebanon ke dalam perang.
Mikati memperingatkan eselon atas politik Israel yang terpaksa mengekspor kegagalannya di Gaza ke perbatasan selatan untuk memaksakan fakta-fakta baru di lapangan dan mengubah aturan keterlibatan.
Baca Juga

