Memasuki 2024, Korban Tewas Konflik Israel-Hamas Sudah Lebih dari 23 Ribu
GAZA, investortrust.id – Konflik bersenjata antara Israel dan Hamas di Gaza telah memasuki bulan keempat. Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik akan berakhir.
Baca Juga
Israel Teruskan Serangan, Malam Tahun Baru 2024 Mencekam di Jalur Gaza
Pasukan Israel (Israel Defense Forces/IDF) terus meningkatkan serangan mereka di bagian pusat dan selatan Jalur Gaza. Tak hanya itu, IDF juga menyerbu Tepi Barat.
Jumlah korban tewas di Gaza dari 7 Oktober 2023 hingga 2 Januari 2024 dilaporkan sebanyak 22 ribu. Sedangkan, korban jiwa dari pihak Israel saat penyerbuan Hamas sekitar 1.200, menurut data pihak Israel.
Seperti dilansir dari Aljazeera.com pada Selasa (2/1/2024) pukul 06.35 GMT, pasukan tentara dan tank IDF bergerak menuju jantung Kota Gaza, memicu pertempuran sengit dengan Hamas di sekitar tiga kamp pengungsi. Para saksi mata melaporkan adanya penembakan dan ledakan hebat, serta pemadaman listrik dan kekurangan air.
“Jumlah warga Palestina yang tewas dalam serangan militer sejak tanggal 7 Oktober 2023 mendekati 22.000 korban. Krisis kemanusiaan semakin parah disini, 8 lembaga mengatakan pemboman Israel yang tiada henti menghalangi masuknya pasokan yang sangat dibutuhkan bagi korban di kamp pengungsi,” kata Wartawan Hani Mahmoud di Gaza.
Sementara itu, di West Bank, IDF menyerbu dan menangkap tujuh warga Palestina serta menewaskan empat orang.
“Meskipun terdapat laporan mengenai mundurnya pasukan Israel di pusat Gaza, namun sekarang kita mendapat laporan bahwa mereka masih berada di wilayah tersebut tanpa adanya penarikan pasukan. Konflik di west bank setidaknya memakan 4 korban jiwa setelah konfrontasi dengan IDF di wilayah yang diduduki Israel dan kurang lebih 7 warga Palestina telah ditangkap oleh IDF,” ungkap Mahmoud melalui live Aljazeera.com.
Perang dimulai pada 7 Oktober, ketika Hamas dan kelompok bersenjata lainnya melancarkan serangan mendadak ke Israel.
Israel kemudian membalas dengan serangan militer besar-besaran, yang dijuluki ‘Operasi Pedang Besi’. Tujuannya, melakukan pencegahan dan memulangkan para sandera. Sejak itulah konflik tersebut meningkat menjadi konflik paling mematikan dan terpanjang dalam sejarah perang Israel-Gaza.
Lembaga internasional hingga berbagai negara telah menyerukan agar permusuhan segera diakhiri, dan mendesak kedua belah pihak untuk melanjutkan perundingan. Mesir, Qatar dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melakukan mediasi antara Israel dan Hamas, namun sejauh ini upaya mereka belum membuahkan hasil. (CR-3)
Baca Juga
Resolusi DK PBB soal Gaza Belum Memenuhi Harapan Dunia karena tak Ada Gencatan Senjata

