Langkah The Fed Jadi Tekanan Buat Bank Sentral Inggris
JAKARTA, Investortrust.id – Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve telah memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga di kisaran 5,25-5,50%. Kendati demikian The Fed masih membuka kemungkinan untuk menaikkan suku bunga di kesempatan pertemuan berikutnya. Level 5,25-5,50% sejatinya merupakan tingkat suku bunga tertinggi yang dicapai sebelum krisis keuangan 2007-2009.
Kehati-hatian Fed tentunya menjadi tekanan bagi bank sentral Inggris atau Bank of England untuk melakukan langkah serupa dalam pertemuan mereka berikutnya yang akan digelar hari ini Kamis (21/9/2023).
Baca Juga
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Indikasikan Masih Ada Kenaikan Tahun Ini
Bank of England secara luas diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga pada hari ini. Namun, angka inflasi yang mengejutkan pada hari Rabu menunjukkan bahwa tekanan harga barang konsumen di Inggris bergerak dengan laju yang lebih lambat dari yang diproyeksikan bulan lalu. Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana langkah yang akan diambil Bank Sentral Inggris.
The Fed sendiri dalam pernyataannya telah memperingatkan bahwa suku bunga perlu tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, dan suku bunga perlu tetap berada di dekat level saat ini hingga tahun depan menyusul risiko tingkat inflasi yang tinggi.
Sepuluh dari 19 anggota komite penetapan suku bunga Fed meyakini bahwa suku bunga AS akan tetap di atas 5% hingga tahun depan, mencapai puncak antara 5,50-5,75%.
"Inflasi tetap tinggi," demikian laporan komite tersebut seperti dilansir inews.co.uk. Inflasi konsumen AS telah turun dari puncak 9,1% pada Juni 2022 menjadi 3,7% bulan lalu, namun angka ini masih di atas target tingkat 2%.
Baca Juga
Bank Sentral Inggris Kerek Suku Bunga ke Level 5,25%, Tertinggi dalam 15 Tahun
Inflasi inti, yang meniadakan komponen harga-harga yang cenderung fluktuatif seperti bahan bakar dan makanan, dan dipercaya sebagai ukuran yang lebih baik, saat ini berada pada angka 4,2%.
Jerome Powell, telah menekankan bahwa perlambatan inflasi "hanya awal dari apa yang dibutuhkan untuk membangun keyakinan bahwa inflasi sedang turun secara berkelanjutan."
Laporan Fed menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS dari 0,4% dalam proyeksi sebelumnya menjadi 2,1%. The Fed percaya tingkat pengangguran akan tetap stabil di sekitar 3,8%, namun akan naik menjadi 4,1% pada bulan Desember.
Bank sentral AS sedang berusaha untuk mengarahkan ekonomi AS menuju apa yang disebut "soft landing" dengan mengendalikan inflasi tanpa memicu resesi lebih dalam.
Ini adalah kali kedua bank sentral AS tidak menaikkan suku bunga untuk memberi lebih banyak waktu bagi mereka untuk mempelajari dampaknya terhadap ekonomi dan inflasi. Pendekatan yang lebih lambat mengikuti 11 kenaikan suku bunga berturut-turut sejak Maret 2022.
Bank Sentral Eropa (ECB) sendiri akan bertemu pekan depan untuk menetapkan suku bunga di zona euro.

