Waspada, Asteroid Bennu Tengah Mengarah ke Bumi
JAKARTA, Investortrust.id - Asteroid Bennu, yang disebut-sebut sebagai salah satu dari dua asteroid paling berbahaya dalam tata surya Bima Sakti, diperkirakan akan menabrak Bumi, dan NASA diberitakan sedang melakukan segala upaya untuk mencegahnya.
Nama Asteroid Bennu sejatinya berasal dari istilah mitologi Mesir kuno tentang burung yang terkait dengan Matahari, penciptaan, dan kelahiran kembali.
Untuk melindungi planet ini dan bisa menghindarkan dari krisis tersebut, pusat penelitian antariksa NASA mengirimkan misi studi dan pengambilan sampel asteroid yang dinamai OSIRIS-REx pada tahun 2016. Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan sampel dari asteroid tersebut dan mempelajari asal usulnya.
Menurut para ilmuwan, Asteroid Bennu, berukuran lebih tinggi dari Gedung Empire State dan memiliki lebar 510 meter. Ia dapat melepaskan energi sebanyak 1.2000 megaton jika menghantam Bumi, atau 24 kali lebih kuat dari senjata nuklir terkuat yang pernah dikembangkan. Dikalkulasikan oleh para ilmuwan, bahwa jika tabrakan itu terjadi, kemungkinan baru akan terjadi pada akhir abad ke-21 dan awal abad ke-22, dengan kemungkinan tabrakan paling mungkin terjadi pada sore hari tanggal 24 September 2182.
NASA menyatakan bahwa kemungkinan terjadinya tabrakan tersebut adalah 1 banding 1.750 pada tahun 2300 atau 0,05%. Meskipun peluang tabrakan Bennu dengan Bumi saat ini dianggap rendah oleh NASA, asteroid ini telah dikategorikan sebagai "asteroid berpotensi berbahaya" yang dapat mendekati Bumi hingga sejauh 4,65 juta mil.
"Meskipun kemungkinan tabrakan dengan Bumi sangat rendah, Bennu tetap menjadi salah satu dari dua asteroid yang paling berbahaya yang dikenal dalam tata surya kita, bersama dengan asteroid lain yang disebut 1950 DA," jelas NASA dilansir HindustanTimes.com, Sabtu (24/9/2023).
Asteroid ini diyakini terbentuk pada 10 juta tahun pertama sejarah tata surya, atau sekira lebih dari 4,5 miliar tahun yang lalu.
OSIRIS-REx, sebuah wahana antariksa telah dikirim ke asteroid Bennu pada tahun 2016, untuk mengumpulkan sampel. Pada hari ini, Minggu tanggal 24 September 2023, OSIRIS-REx melepaskan sembilan ons sampel dari asteroid yang diharapkan akan mendarat di gurun Utah, Amerika Serikat.
Proses pengiriman sampel ini merupakan puncak dari perjalanan selama tujuh tahun. Kapsulnya akan dilepaskan dari jarak 63.000 mil saat melewati Bumi, dan akan mendarat dengan parasut di Wilayah Uji dan Pelatihan Militer Utah, empat jam kemudian.
Administrator NASA, Bill Nelson mengatakan, sampel-sampel ini seharusnya "membantu public memahami jenis-jenis asteroid yang bisa mengancam Bumi" dan memberikan gambaran sejarah awal dari tata surya.
Sampel-sampel ini akan diambil oleh helikopter ke ruang bersih sementara dan pada hari Senin akan diangkut ke laboratorium di Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston.
Ilmuwan NASA, Amy Simon, mengatakan, "Pengembalian sampel ini benar-benar bersejarah."
"Ini akan menjadi sampel terbesar yang kita bawa kembali sejak batuan bulan oleh Apollo dibawa ke Bumi,” tuturnya.

