AYDA Menjadi Katalisator Kemajuan Pendidikan di ASEAN
JAKARTA, investortrust.id – Kehadiran (ASEAN Youth for Digital Action/AYDA (AYDA) memberi kesempatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan digital di kalangan pemuda ASEAN. Program ini juga dapat menjadi katalisator pendidikan di negara-negara ASEAN, terutama dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi saat ini
“AYDA menjelaskan semangat kolaborasi regional yang tinggi di antara negara-negara ASEAN. Program ini membekali generasi muda dengan alat dan pengetahuan berharga untuk mampu bersaing di era digital yang berkembang cepat,” ujar Vice Chair AYDA Sachin Gopalan saat peresmian AYDA di The Habibie & Ainun Library, Jakarta, Rabu (27/9/2023) malam.
Turut hadir pada peresmian tersebut, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gunawan Suswantoro, Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri Sidharto R Suryodipuro, Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), Chairperson AYDA Rani S Burchmore, serta Leadership Committee Member AYDA Nalin K Singh.
“Kita harus membuat program yang dapat diandalkan untuk kaum muda, memiliki tingkat yang sama dengan pemuda di berbagai kawasan lain di dunia. Jika kita melakukan itu, mereka (pemuda) menjadi katalisator untuk pendidikan. Mereka akan memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang besar, dan bekerja sebagai pengusaha atau di perusahaan, dan mereka akan percaya diri untuk mewujudkan SGD’s (Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” sambungnya.
Sachin menegaskan, bahwa kunci dari program ini adalah untuk menumbuhkan aspirasi dari generasi muda. Aspirasi dapat hadir apabila terdapat kesempatan yang sama bagi semua generasi muda untuk menyatakan pilihannya.
“Karena, anak petani mungkin tidak ingin menjadi petani. Anak pejabat pemerintahan mungkin tidak ingin menjadi pejabat. Mereka mungkin ingin berurusan dengan literasi digital untuk mengubah ide-ide. Dan apakah kita memberi mereka kesempatan? Terus terang saat ini, tidak. Kita harus memikirkan bagaimana kita mendukung kaum muda untuk mengubah warisan DNA ekonomi mereka. Sehingga mereka dapat memulai sektor baru di seluruh ASEAN. Dan itu adalah jenis pemberdayaan yang akan membuat perubahan,” tegasnya.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan partnership dalam mengembangkan program AYDA. Sejauh ini, terdapat beberapa mitra yang telah berupaya untuk membantu AYDA agar dapat mencapai misinya, seperti AWS, Orbit, Inotek, Chairos, dan Investortrust.
“Kolaborasi ini akan memberikan berbagai perspektif yang berbeda, skills yang beragam, dan sumber daya yang memperkuat potensi dalam kesuksesan,” tambahnya.
Sementara itu, Nalin Singh menjelaskan, Orbit Future Academy telah menjalankan program ini dengan baik. Di antaranya 10.000 orang yang dilatih melalui program yang dipimpin Rani Burchmore. “Dan dalam 2 tahun terakhir, ada 10.000 siswa telah going melalui program AWS. Dan Orbit telah menciptakan ini sebagai program nyata yang benar-benar bermanfaat bagi orang-orang saat ini,” ujar Nalin yang juga menjabat CEO Orbit Ventura Indonesia.
Menurutnya, ASEAN harus membuat program yang dapat diandalkan untuk kaum muda. “Jadi ini memastikan bahwa kami memiliki inklusivitas, dan semua tempat terpencil memiliki akses untuk terhubung ke program ini,” jelasnya.
Diharapkan, 100.000 pemuda dapat dijangkau program ini dalam 5 tahun, yang setara dengan 20.000 pemuda per tahun.
Diakui, ada ketimpangan di antara pemuda di semua negara ASEAN. “Secara digital, di Timor Leste ada perbedaan dengan di Singapura. Jadi kuncinya adalah bagaimana kita memulai program yang akan sama untuk mereka semua,” tandasnya.
AYDA merupakan platform yang dibentuk untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan digital kaum muda ASEAN. Tujuan pembentukannya untuk mendorong inovasi dan literasi digital.
AYDA memberikan kesempatan pelatihan dan pendampingan kaum muda sebagai angkatan kerja, untuk menghadapi jenis-jenis pekerjaan penting di masa depan, khususnya yang berkaitan dengan dunia digital. Diharapkan, kaum muda ASEAN dapat mengisis ruang-ruang di industri digital.
Di samping itu, AYDA juga mendorong pembinaan kepemimpinan kaum muda, memfasilitasi kolaborasi di antara kaum muda ASEAN. Hal ini difokuskan pada inovasi transformasi digital.
AYDA juga menjadi ajang untuk memperkuat komunitas pemuda ASEAN yang inklusif di ranah digital, serta mendorong saling pemahaman dan kemitraan antarbudaya. (CR-4)

