Saham 'Big Tech’ Tekan Wall Street, S&P 500 Terjerembab di Bawah 4.200
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) rontok. Tiga indeks utama Wall Street merosot.
Baca Juga
Wall Street Menguat, Indeks Dow Jones Melaju di Atas 200 Poin
Pada penutupan Rabu waktu setempat atau Kamis (26/10/2023), indeks S&P 500 ditutup di bawah level psikologis setelah hasil kuartalan yang mengecewakan dari perusahaan induk Google, Alphabet.
Indeks S&P 500 turun 1,43% menjadi 4,186.77, mengakhiri perdagangan di bawah level 4,200 yang banyak diawasi para analis teknikal. Pertama kalinya S&P 500 ditutup di bawah ambang batas ini sejak Mei.
Nasdaq Composite kehilangan 2,43% untuk menyelesaikan sesi pada 12.821,22 yang merupakan hari terburuk sejak 21 Februari, ketika indeks merosot 2,5%.
Dow Jones Industrial Average turun 105,45 poin atau 0,32% menjadi 33.035,93.
Saham Alphabet anjlok lebih dari 9% karena bisnis cloud-nya meleset dari perkiraan para analis, menutupi pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat. Saham Kelas A Alphabet mencatatkan hari terburuknya sejak Maret 2020. Sektor jasa komunikasi S&P 500 merosot 5,9%.
Sementara itu, saham raksasa teknologi sejenis Apple dan Amazon, masing-masing turun 1,3% dan 5,6%.
Meskipun pendapatan perusahaan tetap menjadi fokus investor minggu ini, investor juga terus memperhatikan imbal hasil, karena imbal hasil berada di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik hampir 11 basis poin menjadi sekitar 4,95%. Ini diperdagangkan di atas 5% pada awal minggu, yang mengguncang investor dan memukul saham-saham teknologi.
“Laba mendominasi berita utama, tapi saya tidak bisa mengalihkan pandangan dari pasar obligasi,” kata Ed Moya, analis pasar senior di Oanda, seperti dikutip CNBC internasional. “Kami belum pernah melihat laju imbal hasil yang meroket sejak tahun 1982 dan hal ini akan menimbulkan masalah bagi saham.”
Microsoft menjadi salah satu yang paling menonjol di antara penurunan saham-saham teknologi pada hari Rabu, dengan sahamnya naik 3% setelah hasil fiskal kuartal pertama mengalahkan perkiraan Wall Street.
Sekitar 29% perusahaan S&P 500 telah membukukan pendapatan kuartal ketiga sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan tersebut, 78% telah melampaui ekspektasi.
Baca Juga
Wall Street Nyungsep Dipicu Lonjakan Yield Obligasi AS dan Kekhawatiran Dampak Konflik Timur Tengah

