Wall Street Ceria di Akhir Pekan, S&P 500 dan Nasdaq Melonjak Disokong Saham ‘Big Tech’
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada Jumat waktu AS atau Sabtu (27/04/2024). S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat minggu terbaiknya sejak November 2023. Saham perusahaan teknologi besar (big tech) naik tajam karena pendapatan yang kuat. Para trader juga mencermati data inflasi AS yang baru.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Data Ekonomi Terbaru, Dow Jones Anjlok Lebih dari 370 Poin
Indeks S&P 500 naik 1,02% menjadi 5.099,96. Nasdaq yang padat teknologi melonjak 2,03% ditutup pada 15.927,90 dan mengamankan pergerakan harian terbaiknya sejak Februari. Dow Jones Industrial Average naik 153,86 poin, atau 0,4%, berakhir pada 38.239,66.
S&P dan Nasdaq meraih minggu terbaiknya sejak November. S&P melonjak 2,7% untuk menghentikan penurunan tiga minggu berturut-turut, sementara Nasdaq naik 4,2% untuk minggu positif pertama dalam lima minggu. Dow naik tipis 0,7%.
“Kami mengakhiri pekan yang bergejolak ini dengan catatan yang kuat,” kata Mona Mahajan, ahli strategi investasi senior di Edward Jones, seperti dikutip CNBC internasional. “Senang rasanya melihat warna hijau di layar. Jelas salah satu pendorongnya adalah laporan luar biasa yang dihasilkan oleh teknologi megacap.”
Saham mendapat dorongan dari hasil yang kuat dari pesaing kecerdasan buatan Alphabet dan Microsoft setelah penutupan perdagangan hari Kamis. Alphabet melonjak lebih dari 10% karena pendapatan kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan dan mencatat hari terbaiknya sejak Juli 2015. Perusahaan juga mengesahkan dividen pertamanya dan pembelian kembali senilai $70 miliar. Microsoft menambahkan hampir 2% karena pembuat perangkat lunak tersebut membukukan hasil fiskal kuartal ketiga yang kuat dan menunjukkan percepatan dalam pertumbuhan cloud.
Kedua Perusahaan, menurut Mahajan, telah mengesankan investor dengan tidak hanya berinvestasi pada kecerdasan buatan, namun juga dengan menunjukkan hasil. Data tersebut juga membantu meringankan beberapa ketakutan akibat panduan Meta Platforms yang mengecewakan awal pekan ini.
Investor juga menganalisis pengeluaran konsumsi pribadi inti bulan Maret menyusul serentetan laporan yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang stagnan. Indeks tersebut, tidak termasuk makanan dan energi, naik 2,8% dari tahun lalu dan melampaui ekspektasi Dow Jones sebesar 2,7%. Belanja pribadi naik 0,8%, lebih tinggi dari perkiraan 0,7%.
Pergerakan tersebut membantu Wall Street mendapatkan kembali pijakannya setelah melemah. Blue-chip Dow turun 375 poin pada hari Kamis setelah data ekonomi AS yang baru menunjukkan perlambatan tajam dalam pertumbuhan dan menunjukkan inflasi yang terus-menerus.
Musim pendapatan yang sibuk berlanjut minggu depan, yang dipimpin oleh hasil dari raksasa teknologi Apple dan Amazon. Keputusan suku bunga Federal Reserve berikutnya akan diumumkan pada hari Rabu.
Baca Juga
Wall Street Tertekan Kenaikan Yield Obligasi, Dow Melemah, S&P 500 dan Nasdaq Naik Tipis

