BlackRock Investasi di Pabrik Carbon Capture Senilai US$550 Juta
JAKARTA, Investortrust.id - BlackRock akan menginvestasikan US$550 juta dana nasabahnya ke proyek Stratos milik Occidental Petroleum Corp, yang akan menjadi pabrik penangkap karbon langsung di udara. Pabrik penangkap karbon Stratos diklaim sebagai yang terbesar di dunia.
Dalam kesepakatan yang diumumkan pada Selasa (7/11/2023) lalu, bisnis infrastruktur terdiversifikasi milik BlackRock telah menandatangani perjanjian untuk membentuk usaha patungan dengan anak perusahaan Occidental, 1PointFive, yang akan menjadi pemilik Stratos. Investasi BlackRock ini mencakup sekitar 40% dari total biaya proyek sebesar US$1,3 miliar. Investasi ini menjadisalah satu investasi terbesar dalam penangkapan karbon di udara saat ini. Perjanjian ini mengakibatkan komponen biaya yang harus dikeluarkan Occidental berkurang, berupa modal operasi minyak dan gas di Permian Basin.
Baca Juga
Koin Baru Berpotensi Melonjak Saat ETF Bitcoin BlackRock Mulai Dikaji SEC
Stratos dirancang untuk menarik 500.000 ton karbon dari udara setiap tahun, atau setara dengan emisi dari 1 juta barel minyak. Berikutnya karbon akan dikuburkan di bawah tanah dan menghasilkan kredit pengurangan emisi karbon.
Beberapa perusahaan seperti AmazonIncdan Airbus SE juga telah sepakat untuk membeli sebagian kredit untuk mengompensasi emisi mereka. Proyek ini, yang diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2025, telah mencapai progres 30%. Stratos membangun pabrik carbon capture ini di wilayah Ector di Barat Texas .
Occidental mengatakan saat ini permintaan kredit pengurangan karbon sangat tinggi, karena dianggap memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan dengan jenis offset karbon lain yang bergantung pada akuntansi emisi yang rumit dan meragukan.
Occidental menargetkan pendapatan sekitar US$580 hingga US$810 per ton dari Stratos, dengan sekitar US$180 berasal dari keringanan pajak dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi. Sementara itu biaya untuk upaya pengurangan emisi diperkirakan sekitar US$400 hingga US$500 per ton, dan diperkirakan akan semakin turun seiring dengan lebih banhyaknya pabrik
Baca Juga
Permintaan untuk kredit pengurangan karbon dapat meningkat dalam beberapa tahun ke depan,s alahs atunya didorong dari permintaan operator maskapai penerbangan yang berupaya mengompensasi emisi mereka. Langkah pembelian kredit diperkirakan akan lebih murah ketimbang upaya pengurangan emisi dengan cara menggunakan bahan bakar berkelanjutan, demikan Occidental dalam pernyataannya yang dikutip Bloomberg, Kamis (9/11/2023).
"Usaha patungan ini menunjukkan bahwa tangkapan di udara langsung merupakan teknologi yang dapat diinvestasikan, dan komitmen BlackRock dalam Stratos menunjukkan pentingnya dan potensinya bagi dunia," kata CEO Vicki Hollub dalam pernyataan tersebut.
Namun demikian proyek ini bukannya tanpa risiko. Stratos akan memiliki kapasitas lebih dari 100 kali lipat dari pabrik Orca yang dijalankan oleh Climeworks AG di Islandia, satu-satunya pabrik penangkapan karbon di udara skala industri lainnya di dunia. Dan sebagian dari CO2 yang ditangkap oleh Stratos mungkin akan disuntikkan ke dalam reservoir minyak tua untuk menghasilkan lebih banyak minyak mentah. Nah proposal ini telah memicu kemarahan para pegiat lingkungan.
Bagi BlackRock, usaha patungan ini juga merupakan investasi besar di Texas, wilayah di mana BlackRock menghadapi resistensi dari politisi Republik yang menuduh perusahaan terlalu mendukung ESG dan menolak industri minyak dan gas. Legislator negara bagian Lone Star salah satunya, menuduh bahwa BlackRock memboikot industri minyak dan gas. Ia pun berupaya agar lembaga negara dan publik membatasi investasinya di saham BlackRock serta pengelolaan dana di bawah bendera BlackRock.
Perusahaan ini berupaya membantah tuduhan tersebut dengan mempromosikan investasinya di industri energi, dan tahun lalu BlackRock mengatakan bahwa salahs atu nasabahnya telah berinvestasi lebih dari US$300 miliar di Texas.

