Badan Migrasi PBB: Pekerja Migran Berkontibusi Lebih dari 9% PDB Global
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Misi International Organization for Migration (IOM) Indonesia, Jeffrey Labovitz menyebut pekerja migran mewakili 3% populasi dunia. Para pekerja migran ini berdampak terhadap lebih 9% PDB global.
“Sekitar US$ 3 triliun lebih banyak jika dibandingkan mereka (pekerja migran) tetap tinggal di rumah,” kata Jeffrey saat peluncuran kolaborasi satu data migrasi internasional, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Jeffrey mengatakan para migran yang mengisi lapangan kerja, membawa keterampilan dan membantu perekonomian bertumbuh baik untuk negara asal dan tujuan. Meski demikian, kondisi itu harus didukung dengan manajemen terhadap migran yang baik.
“Migrasi yang dikelola dengan baik didasarkan pada kebijakan migrasi yang komprehensif, koheren, dan berwawasan ke depan, yang tidak mungkin dihasilkan tanpa data dan bukti yang dapat diandalkan,” ujar dia.
Sebaliknya, kata dia, migrasi yang salah urus menempatkan para migran dalam kondisi dalam risiko.
Baca Juga
Devisa dari Remitansi Pekerja Migran di Singapura Capai US$ 607 Juta
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, mengutip World Development Report 2023 yang diterbitkan Bank Dunia, menyebut migrasi dilakukan oleh warga negara dari negara berpenghasilan menengah dan rendah ke negara dengan penghasilannya lebih baik. Pada periode 1960-2020, kata dia, migrasi dari negara berpendapatan rendah meningkat dua kali lipat.
“Tentunya akan membawa implikasi di negara yang dituju maupun negara asal. Tidak hanya dinamika ekonomi, tapi juga sosial. Termasuk negara-negara transit yang dilalui,” ujar Amalia.
Amalia mengatakan low skilled migran asal Indonesia yang bermigrasi ke Amerika Serikat (AS) mampu meningkatkan penghasilannya hingga 500% dibanding tidak melakukan migrasi.
Dari sisi remitansi, kata dia, menunjukkan uang yang dikirim pekerja migran ke keluarganya ternyata berdampak terhadap ke penurunan kemiskinan di negara asal.
Artinya, selain kebutuhan hidup sendiri, pekerja migran juga memberikan dampak ke keluarga yang ditinggalkan. “Di Indonesia rumah tangga yang memiliki remitansi kemungkinan terhindar dari kelompok miskin dan guncangan ekonomi,” ucap dia.
Baca Juga
Pemerintah Komitmen Perbaiki Tata Kelola Perlindungan Pekerja Migran

