Kadin Indonesia dan TÜV Rheinland Tingkatkan Daya Saing Pekerja Migran Indonesia di Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan lembaga sertifikasi dan pelatihan berkelas dunia asal Jerman, TÜV Rheinland. Kerja sama tersebut dilakukan dalam rangka upaya meningkatkan daya saing Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kancah global.
Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Indonesia Bidang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Nofel Saleh Hilabi mengatakan kerja sama dengan TÜV Rheinland penting mengingat dunia saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil dan tersertifikasi. Dengan pengalaman 50 tahun dan diakui di 56 negara, TÜV Rheinland dinilai mampu membawa standar global yang diakui oleh industri dunia.
"Jadi kalau kita mau mengirim ke 56 negara bahkan kantor-kantor negara yang membutuhkan PMI dari Indonesia, contohnya Jerman, Eropa, Timur Tengah, Asia Pasifik, sertifikasi TÜV Rheinland ini sudah diakui, jadi Kadin tinggal melatih bersama TÜV Rheinland," kata Nofel di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Melalui kerja sama tersebut calon pekerja tidak perlu melakukan pelatihan di luar negeri. Pelatihan nantinya bisa dilakukan di Indonesia.
"Setelah mereka dilatih, mereka siap bekerja di luar negeri dengan gajinya gaji pekerja," ujarnya.
Nofel menambahkan, kerja sama keduanya sejalan dengan empat Program Quick Wins Kadin yakni Pekerja Migran Gotong Royong. Kolaborasi antara Kadin dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan TÜV Rheinland juga dinilai mempercepat terwujudnya Zero Unskilled Migrant Workers.
"Sesuai dengan amanah Presiden Prabowo yang dimana kita harus bisa meningkatkan skill workers PMI kita. Jadi kita akan melatih semua pekerja yang tidak teserap di dalam negeri, maka Kadin punya solusinya. Kita latih mereka, kita tempatkan mereka di luar negeri karena peluang kerja di luar negeri sangat besar sekali," ucapnya.
Baca Juga
Nofel mengungkapkan, Pemerintah menargetkan 425.000 pekerja migran di tahun 2026. Melalui kerja sama ini diharapkan jumlahnya dapat bertambah dua kali lipat.
"Kadin ingin mendorong kalau bisa itu double, 800.000 setahun, dan TÜV Rheinland menyanggupi dengan kepiawaiannya yang sudah lama di Indonesia, bisa melatih di seluruh provinsi, jadi kita akan bentuk di seluruh provinsi melalui kadinda-kadinda untuk mempercepat melatih PMI kita di kantong-kantong daerah," tuturnya.
Untuk jangka panjang, ia berharap kerja sama keduanya dapat berdampak tidak hanya sekadar pekerja, tetapi juga menciptakan pekerja profesional. Dengan demikian tenaga kerja yang dihasilkan merupakan SDM premium.
“Ini bukan sekadar mengirim tenaga kerja, tapi mencetak SDM premium yang dihormati dunia. Setiap pekerja migran yang kompeten adalah duta bangsa,” tegasnya.
Sementara itu Managing Director TÜV Rheinland Nyoman Susila menyambut baik kerja sama dengan Kadin Indonesia. Ia mengungkapkan salah satu layanan yang dimiliki TÜV Rheinland adalah labor market services.
"Saya kira ini merupakan kerja sama yang baik dengan Kadin sesuai dengan kompetensi kami juga, kalau di jerman itu kami ditunjuk oleh pemerintah Jerman juga untuk menyediakan pekerja migran, dan ini kerja sama yang baik buat kita berdua untuk men-support programnya Kadin dalam mengindentifikasi kebutuhan (tenaga kerja) di luar negeri," ungkapnya.

