Pengelola Dana Zhongzhi Enterprise ‘Lempar Handuk’, Tinggalkan Liabilitas US$64 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id - Zhongzhi Enterprise Group, manajer kekayaan terkemuka di China akhirnya ‘lempar handuk’, memberitahu para investornya bahwa perusahaan dalam kondisi sangat tidak solvent dengan tingkat liabilitas mencapai US$64 miliar. Kondisi Zhongzhi Enterprise menimbulkan kekhawatiran bahwa krisis utang properti di China telah meluas ke sektor keuangan.
Zhongzhi Enterprise memang memiliki paparan besar terhadap sektor real estate China. Perusahaan pun meminta maaf kepada para investornya dalam surat yang menyatakan bahwa mereka memiliki kewajiban total sekitar 420 miliar yuan (US$58 miliar) hingga 460 miliar yuan (US$64 miliar).
Baca Juga
Kewajiban tersebut tercatat dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan perkiraan total aset Zhongzhi yang sekitar 200 miliar yuan, demikian disampaikan dalam surat tersebut yang dikeluarkan pada Rabu (22/11/2023) yang dikutip Reuters.
Masalah yang memburuk di Zhongzhikemungkinan akan memicu kembali kekhawatiran tentang penyebaran dampak krisis yang lebih luas. Sehingga beberapa analis mengharapkan regulator akan turun tangan untuk menghentikan dampak tersebut.
Sektor properti China yang sangat terbebani utang telah merasakan kekeringan likuiditas sejak tahun 2020. Kebangkrutan pengembang sejak akhir 2021 telah menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengguncang pasar global.
Lembaga pengelola dana yang bertindak layaknya perbankan bayangan di China biasanya beroperasi di luaraturan. Di China, bank komersial dan sebagian besar lembaga keuangan mengalirkan hasil dari produk pengelolaan dana kekayaan dari investor ritel ke pengembang properti dan sektor lainnya.
Baca Juga
Gegara Masif Terbitkan Obligasi, China Kekuarangan Likuiditas
Tanda-tanda masalah di kelompok Zhongzhi pertama kali muncul pada bulan Juli 2023 ketika Zhongrong International Trust Co, perusahaan trust terkemuka yang dikendalikan oleh Zhongzhi, gagal membayar puluhan produk investasi.
"Lubang di bukunya sangat besar," kata Xu, salah satu investor produk trust Zhongrong yang hanya bersedia memberikan nama keluarganya karena sensitivitas masalah ini. "Perusahaan ini dalam kekacauan."
Zhongzhi, yang bisnisnya melibatkan perdagangan kayu dan real estate pada 1990-an, dengan cepat berkembang menjadi bisnis-bisnis seperti pembuatan chip, perawatan kesehatan, kendaraan energi baru, dan keuangan, menurut situs webnya.
Bisnis keuangannya meliputi trust, manajemen aset, asuransi, perdagangan futures, dan manajemen kekayaan.
Zhongzhi telah menjual saham di beberapa perusahaan yang terdaftar yang dikendalikannya selama beberapa tahun terakhir dan mengurangi ukuran bisnisnya, setelah mendapat tekanan akibat pemberantasan praktik shadow banking oleh China, termasuk akibat mengkerutnya penurunan pasar properti.
"Regulator keuangan hampir pasti akan campur tangan secara agresif jika ada tanda-tanda bahwa masalah Zhongzhi menyebar," kata Christopher Beddor, direktur pelaksana riset China di Gavekal Dragonomics.

