The Fed Tahan Suku Bunga, 3 Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (29/10/2026) WIB. Wall Street memperpanjang reli selama tiga hari berturut-turut setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya. Investor juga mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang diharapkan memberikan gambaran terbaru mengenai prospek investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Indeks S&P 500 naik 0,28% dan ditutup pada 7.743,98. Nasdaq Composite menguat 0,27% menjadi 26.549,85, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 97,53 poin atau 0,19% ke level 52.475,10. Ketiga indeks utama tersebut mencatat kenaikan untuk hari ketiga secara beruntun.
The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 3,75%-4%. Keputusan ini sesuai dengan perkiraan mayoritas pelaku pasar setelah bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat September, yang merupakan kenaikan pertama sejak 2023.
Baca Juga
Inflasi Masih Jadi Ancaman, The Fed Tahan Bunga Acuan di 3,75%-4%
Data perdagangan kontrak berjangka suku bunga dari CME Group menunjukkan bahwa sebelum pengumuman, pasar memperkirakan peluang sekitar 93% bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga.
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bank sentral tetap berfokus pada stabilitas harga meskipun memilih menahan bunga. Ia juga menilai kondisi ketenagakerjaan AS masih cukup positif.
Keputusan tersebut memberikan ruang bagi investor untuk menilai kembali prospek pasar saham, meskipun belum menghilangkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lanjutan.
“Keputusan kali ini tidak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun,” kata Jeff Schulze, kepala strategi investasi Franklin Templeton Institute, dikutip CNBC.
Menurutnya, perhatian utama pasar bukan hanya apakah The Fed kembali menaikkan bunga, tetapi juga seberapa cepat pengetatan dilakukan. Langkah bertahap untuk membalikkan pemangkasan suku bunga pada tahun sebelumnya dinilai secara historis lebih mendukung aset berisiko, termasuk saham.
Oracle Melonjak, Saham Chip Ikut Menguat
Saham perusahaan perangkat lunak Oracle melonjak hampir 11% setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan sebesar US$225 miliar untuk tahun fiskal 2030. Proyeksi tersebut mengindikasikan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 35%.
Oracle juga menyatakan akan membatasi tambahan penggalangan dana selama periode tahun fiskal 2027-2030 hingga US$20 miliar.
Prospek pertumbuhan tersebut menarik perhatian investor di tengah besarnya kebutuhan komputasi dan infrastruktur untuk mendukung pengembangan AI.
Baca Juga
Wall Street Menguat Jelang Keputusan The Fed, Saham Chip dan AI Jadi Motor Penggerak
Saham perusahaan semikonduktor juga menguat setelah SK Hynix, produsen cip asal Korea Selatan, melaporkan laba kuartalan rekor.
Saham SK Hynix yang diperdagangkan di AS melonjak 13%. Micron Technology naik hampir 6%, Arm Holdings menguat 4%, Marvell Technology bertambah 3%, dan Advanced Micro Devices (AMD) naik 3%.
Kinerja SK Hynix memperkuat optimisme investor terhadap permintaan cip memori yang dibutuhkan untuk pusat data dan aplikasi AI. Perusahaan teknologi global terus berinvestasi dalam kapasitas komputasi, sehingga produsen cip menjadi salah satu penerima manfaat utama dari tren tersebut.
Meski demikian, reli saham teknologi dalam beberapa pekan terakhir sempat terganggu kekhawatiran mengenai sumber pendanaan investasi AI dan potensi keuntungan yang dapat dihasilkan dari belanja besar tersebut.
Investor Menanti Laporan Alphabet dan Microsoft
Perhatian pasar beralih ke laporan keuangan Alphabet, perusahaan induk Google, dan Microsoft yang dijadwalkan diumumkan setelah penutupan perdagangan.
Kedua perusahaan tersebut termasuk kelompok saham teknologi besar yang dikenal sebagai Magnificent Seven dan memiliki peran penting dalam perkembangan AI.
Menjelang laporan keuangan, saham Alphabet tercatat naik lebih dari 1%, sedangkan Microsoft sedikit melemah.
Investor akan mencermati pertumbuhan pendapatan, belanja modal, serta proyeksi perusahaan untuk mengetahui apakah investasi besar-besaran dalam AI mulai menghasilkan keuntungan yang sepadan.
Bill Northey, direktur investasi di U.S. Bank Asset Management Group, menilai siklus bisnis teknologi dalam jangka pendek masih sangat sehat. Namun, tantangan utamanya adalah apakah pertumbuhan tersebut dapat bertahan selama bertahun-tahun dan memberikan imbal hasil memadai bagi perusahaan yang berinvestasi besar saat ini.
Menurutnya, investasi AI tidak selalu menghasilkan keuntungan merata. Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang mampu mengubah investasi menjadi pendapatan dan laba berpotensi menjadi pemenang, sedangkan perusahaan lainnya mungkin kesulitan memperoleh hasil yang diharapkan.
Kekhawatiran tersebut menjadi penting karena valuasi saham teknologi telah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi. Jika pendapatan atau keuntungan tidak sesuai harapan, saham perusahaan terkait dapat menghadapi tekanan meskipun permintaan terhadap teknologi AI tetap meningkat.
Kebijakan Suku Bunga Jadi Penentu
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga memberi kepastian jangka pendek bagi pasar. Namun, investor masih menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan kenaikan bunga berikutnya apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan.
Baca Juga
The Fed Kerek Bunga ke 3,75%-4%, Masih Terbuka Kenaikan Lagi Tahun Ini
Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pendanaan dan menekan valuasi saham, terutama perusahaan teknologi yang membutuhkan investasi modal besar untuk mengembangkan pusat data, cip, dan infrastruktur AI.
Sebaliknya, kebijakan moneter yang lebih terukur dapat membantu menjaga minat investor terhadap saham berisiko.
Penguatan Wall Street pada Rabu memperlihatkan bahwa pasar masih memperoleh dukungan dari prospek laba perusahaan dan perkembangan AI. Namun, keberlanjutan reli akan bergantung pada kemampuan perusahaan teknologi membuktikan bahwa investasi besar mereka dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan keuntungan dalam jangka panjang.
