Wall Street Bangkit Didorong Saham Teknologi, IPO Anthropic Jadi Katalis Baru
Poin Penting
|
NEW YORK, investortust.id - Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (27/10/2026) WIB. Penguatan didorong kebangkitan saham semikonduktor dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) setelah Anthropic mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 146,42 poin atau 0,28% menjadi 52.361,58. Indeks S&P 500 menguat 0,7% ke level 7.676,77, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,82% menjadi 26.169,38.
Pengajuan IPO Anthropic menghidupkan kembali optimisme investor terhadap sektor teknologi yang sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir. Perusahaan AI yang mengembangkan asisten Claude tersebut berencana mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq dengan simbol perdagangan ANT.
Baca Juga
Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar, Claude Mythos Picu Kekhawatiran Global
Dalam dokumen IPO yang diajukan secara terbuka, Anthropic melaporkan pendapatan sebesar US$16,29 miliar selama enam bulan hingga Juni. Angka tersebut melonjak 1.304% dibandingkan pendapatan US$1,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan yang sangat pesat tersebut menjadi sorotan investor yang mencari peluang pertumbuhan di tengah persaingan industri AI dan kebutuhan investasi infrastruktur komputasi yang terus meningkat.
Jay Woods, kepala strategi pasar Freedom Capital Markets, mengatakan pasar membutuhkan katalis seperti pengajuan IPO Anthropic, sebagaimana sebelumnya menantikan langkah SpaceX.
Menurut Woods, langkah tersebut menjadi pendorong kepercayaan. “Permintaan investor akan kuat karena pasar telah lama menantikan penawaran saham perusahaan tersebut,”ujar Woods, dikutip CNBC.
Saham Semikonduktor Melonjak
Antusiasme terhadap IPO Anthropic mendorong penguatan saham perusahaan pembuat cip dan sejumlah emiten yang terkait dengan pengembangan AI.
ETF iShares Semiconductor (SOXX), yang melacak saham-saham semikonduktor, melonjak hampir 3%.
Saham Nvidia naik 2,4%, Micron menguat 3%, Broadcom bertambah 2,3%, dan Advanced Micro Devices (AMD) melonjak 2,8%.
Kenaikan ini memberikan dorongan bagi sektor yang sebelumnya mengalami tekanan akibat kekhawatiran bahwa belanja besar-besaran untuk pusat data dan infrastruktur AI sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
S&P 500 dan Nasdaq sebelumnya mencatat penurunan mingguan selama dua pekan berturut-turut. ETF SOXX bahkan telah merosot sekitar 25% dari level tertingginya dan kehilangan 13% sepanjang bulan ini.
Pengajuan IPO Anthropic membantu meredakan sebagian kekhawatiran tersebut dengan membuka peluang baru bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan industri AI.
Namun, peningkatan pendapatan perusahaan AI tidak serta-merta menghilangkan pertanyaan mengenai profitabilitas, kebutuhan belanja modal, dan kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas yang berkelanjutan.
Meta dan SpaceX Menambah Optimisme AI
Sentimen positif juga diperkuat oleh perkembangan investasi AI dari perusahaan teknologi besar lainnya.
Meta Platforms pada Senin menyatakan berencana menghimpun dana sebesar US$95 miliar untuk mendukung investasi AI. Sementara itu, CEO SpaceX Elon Musk mengatakan perusahaan peluncuran roket dan satelit tersebut telah menuntaskan kesepakatan pembiayaan utang senilai US$40 miliar untuk cip AI.
Rangkaian pengumuman tersebut menegaskan bahwa kebutuhan pendanaan infrastruktur AI masih sangat besar. Perusahaan teknologi berlomba memperluas kapasitas komputasi untuk mendukung pengembangan model AI dan layanan berbasis teknologi tersebut.
Saham perusahaan penyedia infrastruktur komputasi awan khusus AI, atau neocloud, juga menguat pada Senin.
Saham CoreWeave naik hampir 2%, sedangkan Iren bertambah 2,1%.
Kenaikan itu terjadi meskipun Musk sebelumnya memperingatkan bahwa lebih dari 200 perusahaan di sektor neocloud menghadapi risiko tersingkirnya pemain yang lebih kecil atau kurang kompetitif.
Neocloud merupakan perusahaan komputasi awan yang secara khusus membangun dan menyewakan infrastruktur untuk kebutuhan AI, termasuk kapasitas komputasi berbasis cip berperforma tinggi.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa investor masih melihat peluang pertumbuhan besar di industri AI, tetapi persaingan dan besarnya kebutuhan modal juga menjadi risiko yang tidak dapat diabaikan.
Harga Minyak Turun
Penurunan harga minyak turut membantu menopang pasar saham AS pada Senin. Minyak mentah Brent turun sekitar 0,8% menjadi US$115,81 per barel, sedangkan WTI merosot sekitar 1,7% menjadi US$101,57 per barel berdasarkan data yang dikutip dalam laporan pasar saham.
Baca Juga
Harga Minyak Turun setelah Pertemuan Arab Saudi-Iran, tapi Gangguan Pasokan Tetap Membayangi
Pada Jumat sebelumnya, Brent sempat mencapai harga penutupan tertinggi sejak April di tengah laporan mengenai kemungkinan serangan AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS.
Koreksi harga minyak pada Senin sedikit meredakan tekanan terhadap pasar saham, meskipun harga energi masih tinggi dan risiko geopolitik belum terselesaikan.
Investor juga memasuki pekan tersibuk musim laporan keuangan kuartal III. Sebanyak 163 perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 dijadwalkan melaporkan hasil keuangan.
Perhatian pasar tertuju pada perusahaan berkapitalisasi besar, termasuk Alphabet, Amazon, dan Microsoft. Laporan mereka akan memberikan gambaran mengenai kekuatan bisnis teknologi sekaligus besarnya biaya yang harus ditanggung untuk mengembangkan AI.
Investor akan menilai apakah investasi besar di bidang AI mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan keuntungan yang sepadan.
Di luar sektor teknologi, investor juga menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu.
Perdagangan kontrak berjangka suku bunga federal funds menunjukkan peluang sekitar 90% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75%–4%.
Keputusan tersebut menjadi penting karena suku bunga memengaruhi biaya pendanaan perusahaan, valuasi saham, dan daya tarik investasi pada aset berisiko.
Bagi perusahaan teknologi, khususnya yang membutuhkan investasi besar untuk pusat data dan infrastruktur AI, biaya pendanaan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan ekspansi.
Karena itu, penguatan Wall Street pada Senin belum tentu menandai berakhirnya tekanan terhadap saham teknologi. Keberlanjutan reli akan bergantung pada realisasi kinerja keuangan, prospek keuntungan investasi AI, dan sinyal kebijakan moneter The Fed.
