Wall Street Meroket Didorong Rebound Saham Teknologi, Dow Terbang di Atas 1.200 Poin dan Tembus 50.000
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Wall Street melonjak pada Jumat waktu AS atau Sabtu (7/2/2026) WIB. Saham teknologi bangkit kembali usai beberapa hari mengalami tekanan jual besar-besaran. Sementara itu, bitcoin juga pulih setelah aksi jual tajam yang sempat menyeret mata uang kripto populer itu turun lebih dari 50% pada satu titik.
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.206,95 poin, atau 2,47%, dan ditutup di level 50.115,67. Penutupan Jumat menandai pertama kalinya Dow menembus level 50.000. Indeks S&P 500 naik 1,97% dan berakhir di 6.932,30, sementara Nasdaq Composite menguat 2,18% ke level 23.031,21. Dengan pergerakan tersebut, S&P 500 kembali masuk zona hijau untuk tahun 2026.
Baca Juga
Wall Street Rontok Tertekan Saham Teknologi, Dow Anjlok Hampir 600 Poin
Meski mencatatkan lonjakan tajam pada Jumat, S&P 500 tetap membukukan penurunan 0,1% sepanjang pekan, sementara Nasdaq turun 1,8% secara mingguan. Dow yang beranggotakan 30 saham justru naik 2,5% sejak awal pekan, didorong oleh rotasi investor ke saham-saham yang sensitif terhadap siklus ekonomi, meskipun pasar secara keseluruhan masih terbebani oleh tekanan di sektor teknologi.
Nvidia dan Broadcom menjadi dua pemenang utama pada Jumat, dengan Nvidia melonjak hampir 8% dan Broadcom naik 7% setelah sebelumnya tertekan tajam pada awal pekan. Saham lain seperti Oracle dan Palantir Technologies juga bangkit seiring investor kembali melirik saham-saham yang dinilai lebih murah, dengan masing-masing naik 4%. Namun, sejumlah saham perangkat lunak utama seperti ServiceNow — yang menjadi pusat aksi jual saham teknologi akibat kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan terhadap sektor software — tetap melemah.
“Kita sedang berada dalam demam emas AI saat ini. Investasi yang dilakukan Google, Nvidia, Meta, hingga Amazon sangat besar. Ada dana yang akan terus digelontorkan. Hanya saja, perputaran dana itu kadang menakutkan investor,” beber pendiri Falcon Wealth Planning, Gabriel Shahin, seperti dilansir CNBC.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat di Akhir Pekan, tapi Saham Otomotif Stellantis Turun Tajam
Shahin menilai pasar sedang berada dalam fase “re-kalibrasi besar”. Investor mulai mengalihkan dana dari saham pertumbuhan ke saham bernilai fundamental (value). Dalam beberapa bulan ke depan, ia memprediksi saham-saham value berkapitalisasi besar akan lebih diminati. Hal itu tercermin pada perdagangan Jumat, ketika investor memborong saham sektor industri dan keuangan. Caterpillar dan Goldman Sachs menjadi penopang utama Dow dengan masing-masing melonjak 7% dan 4%. Saham berkapitalisasi kecil juga menguat, dengan indeks Russell 2000 melonjak 3,6%.
Bitcoin berhasil memangkas sebagian kerugian pada Jumat dengan naik 10% dan kembali menembus level US$70.000, setelah sempat merosot di bawah US$61.000 - level terendah sejak Oktober 2024 - atau lebih dari 52% di bawah rekor tertingginya di US$126.000 yang dicapai pada awal Oktober 2025.
Kenaikan tersebut membantu meredakan sentimen risk-off yang belakangan membebani pasar, meskipun bitcoin masih turun 16% sepanjang pekan ini.
Sebelum reli Jumat, perdagangan pekan ini tergolong suram, dengan S&P 500 berada di jalur kinerja mingguan terburuk sejak Oktober lalu dan Nasdaq Composite menuju pekan terburuk sejak gejolak pasar terkait tarif pada April tahun lalu. Lonjakan pada Jumat memangkas sebagian besar kerugian tersebut.
Amazon menjadi pengecualian, dengan sahamnya anjlok 6% setelah raksasa e-commerce itu membukukan laba per saham sedikit di bawah ekspektasi analis dan memperingatkan investor bahwa belanja modal tahun ini diperkirakan mencapai US$200 miliar.

