Kemenlu Tetapkan Perlindungan WNI dan Kemerdekaan Palestina jadi Prioritas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menjelaskan arah perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) ke depan. Dia menyebut perlindungan WNI akan menjadi prioritas utama pemerintah.
“Paspor Indonesia harus berarti satu hal, di manapun Anda berada, negara ada di belakang Anda,” kata Tata Nasir, demikian sapaan karibnya, di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jakarta, Senin (12/10/2026).
Arrmanatha mengatakan, perlindungan WNI menjadi salah satu bagian dari ketahanan nasional. Sejak 2024 hingga September 2026, Kemlu telah menyelesaikan sekitar 124.000 kasus yang melibatkan WNI di luar negeri.
Meski demikian, Arrmanatha menyebut perlindungan WNI ini bukan hanya sekadar angka.
“Di balik setiap angka itu, ada keluarga yang menunggu kabar dan orang tua yang ingin anaknya pulang dengan selamat,” kata dia.
Baca Juga
Menlu Arrmanatha: Pemerintah Ingin Perbaiki Multilateralisme yang Kini Rapuh
Dalam kesempatan itu, Arrmanatha mengatakan di dunia yang semakin terbelah, kemampuan Indonesia berbicara dengan semua pihak merupakan aset diplomasi. Tak hanya untuk melindungi kawasan dan WNI, Indonesia juga terus mendorong perdamaian, termasuk di Palestina.
“Sikap Indonesia terhadap Palestina tidak pernah berubah karena konstitusi kita tidak berubah. Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, terwujud,” ujar dia.
Arrmanatha mengatakan Indonesia terus mewujudkan perlindungan bagi rakyat Palestina. Pemerintah memberikan bantuan kemanusiaan, pemulihan rekonstruksi Gaza, serta penguatan kapasitas otoritas Palestina.
Untuk mewujudkan agenda itu, Arrmanatha memerlukan mesin diplomasi yang kuat. Oleh karena itu, dia akan memperkuat Kemlu agar semakin adaptif dan agile untuk menghadapi dunia yang semakin sulit ditebak.
“Suatu hal yang dapat saya pastikan: bebas aktif akan kita jalankan secara konsisten diterjemahkan menjadi hasil nyata bagi rakyat Indonesia. Tapi, diplomasi tidak bisa berjalan sendirian, kami membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat,” ucap dia.
