Pasar Obligasi AS Bergejolak, Yield Treasury 10-Y Sempat Tembus 5,35%
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Pasar obligasi AS bergejolak. Yield atau imbal hasil Treasury tenor 10 tahun (10-Y) sempat menembus 5,35%, sebelum kemudian menurun.
Yield Treasury AS turun dari level tertingginya pada Rabu (7/10/2026) setelah lelang surat utang 10 tahun senilai US$39 miliar menunjukkan permintaan investor yang kuat.
Baca Juga
Yield Treasury 10 tahun terakhir naik lebih dari 1 basis poin menjadi 5,286%, setelah sebelumnya menyentuh 5,35%, level tertinggi sejak 2002. Sementara itu, yield Treasury 30 tahun juga turun dari rekor tertinggi 24 tahun dan berada di sekitar 5,666%.
Lelang surat utang 10 tahun yang digelar Departemen Keuangan AS mendapat respons kuat dari investor. Menurut BMO, lelang tersebut tergolong “kuat”, ditandai dengan tingginya permintaan dari investor non-dealer.
Investor tidak langsung atau indirect bidders, yang mencakup bank sentral asing dan investor institusional, menyerap 80,3% dari surat utang yang ditawarkan. Angka tersebut jauh di atas rata-rata 10 lelang sebelumnya sebesar 72,4%.
Investor langsung atau direct bidders mengambil 17,1%, sedikit di bawah rata-rata 18,3%. Sementara dealer hanya menyerap 2,5%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata 9,4%.
“Level suku bunga yang mencapai titik tertinggi dalam 24 tahun menarik pembeli dan menghasilkan lelang yang sangat baik,” kata Peter Boockvar, ahli strategi pasar dan penulis The Boock Report, dikutip CNBC.
Meski permintaan kuat, yield hasil lelang mencapai 5,3%, level tertinggi untuk lelang surat utang tersebut sejak 2000.
Lelang Rabu merupakan penjualan kedua dari tiga lelang Treasury pada pekan ini. Pemerintah AS sebelumnya menjual surat utang tiga tahun senilai US$58 miliar pada Selasa dan dijadwalkan menawarkan obligasi 30 tahun senilai US$22 miliar pada Kamis.
Departemen Keuangan AS juga akan menjalankan operasi buyback terbaru pada Kamis dengan menyasar surat utang yang jatuh tempo antara 20 hingga 30 tahun. Operasi untuk mendukung likuiditas tersebut sedikitnya mencapai US$4 miliar, atau dua kali lipat dari ukuran normal.
Tekanan Jual Masih Tinggi
Pasar obligasi AS mengalami tekanan jual dalam beberapa waktu terakhir karena investor mengkhawatirkan inflasi dan kenaikan harga energi.
Yield Treasury 10 tahun telah melonjak sekitar 60 basis poin sejak akhir Juli. Pada periode yang sama, harga minyak mentah AS telah melambung sekitar 20%.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 30-Tahun Tembus 5,6%, Level Tertinggi dalam 2 Dekade
Tekanan jual juga terlihat di pasar obligasi negara lain. Yield obligasi pemerintah Prancis 10 tahun melonjak 12 basis poin menjadi 4,876%. Sementara yield obligasi pemerintah Inggris 10 tahun naik 7 basis poin menjadi 5,447%.
Kenaikan yield terjadi ketika pasar juga mencerna risalah rapat Federal Reserve September. Dokumen tersebut menunjukkan mayoritas pejabat The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun, meskipun tidak memberikan petunjuk kapan tepatnya kenaikan tersebut akan dilakukan.
Baca Juga
“Sebagian besar peserta menilai kenaikan lain pada kisaran target federal funds rate kemungkinan tepat dilakukan pada akhir tahun,” menurut risalah tersebut.
Bagi pasar obligasi, prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi salah satu faktor utama yang menjaga yield tetap tinggi. Namun, kuatnya permintaan pada lelang 10 tahun memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk meredakan tekanan jual setelah yield mencapai level tertinggi sejak 2002.
