Pasar Obligasi AS Terus Bergejolak, Yield Treasury 30-Tahun Sentuh 5,5%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar obligasi Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan, dengan imbal hasil Treasury melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Investor memperkirakan Federal Reserve masih akan menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan inflasi.
Pada Kamis (24/9/2026), yield Treasury 30 tahun naik sekitar 10 basis poin dan sempat mencapai 5,501%, level tertinggi sejak Juni 2004. Yield Treasury 10 tahun yang menjadi acuan biaya pinjaman seperti kredit perumahan melonjak lebih dari 10 basis poin menjadi 5,223%. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak Juni 2007.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 10-Tahun Tembus 5,1%, Tertinggi dalam 19 Tahun
Yield Treasury 2 tahun juga naik lebih dari 4 basis poin menjadi 4,941%.
Tekanan jual tidak hanya terjadi pada obligasi pemerintah AS. Pasar obligasi global turut melemah. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak Agustus 1996, sementara yield obligasi pemerintah Inggris dan Jerman juga meningkat dan sejumlah tenor mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun.
Pergerakan Kamis melanjutkan aksi jual besar-besaran di pasar Treasury sehari sebelumnya. Pada Rabu, yield Treasury 10 tahun mencatat kenaikan harian terbesar sejak 7 April 2025 setelah data ekonomi AS menunjukkan aktivitas yang lebih kuat dari perkiraan, pernyataan hawkish pejabat The Fed, serta harga minyak yang tetap tinggi.
Kepala fixed income Madison Investments Mike Sanders mengatakan kombinasi tekanan fiskal, ekonomi, geopolitik, dan inflasi dari sisi pasokan membuat pasar obligasi memasuki kondisi yang tidak biasa.
Menurut dia, kenaikan yield tidak lagi bisa hanya dikaitkan dengan kekhawatiran terhadap defisit anggaran AS.
"Konvergensi tekanan fiskal, ekonomi, geopolitik, dan inflasi dari sisi pasokan telah membawa pasar obligasi ke wilayah yang kurang familiar," kata Sanders, dikutip CNBC.
Spekulasi Kenaikan Bunga The Fed
Data ekonomi yang kuat dan pernyataan pejabat The Fed membuat investor memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tambahan.
Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas Federal Open Market Committee (FOMC) menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober telah menembus 75%. Angka tersebut naik dari sekitar 49% sepekan sebelumnya.
Baca Juga
The Fed Kerek Bunga ke 3,75%-4%, Masih Terbuka Kenaikan Lagi Tahun Ini
Ekspektasi tersebut meningkat setelah Gubernur Federal Reserve Michael Barr mengatakan pada Rabu bahwa "penyesuaian kebijakan lebih lanjut" kemungkinan diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams juga mengatakan di London pada Kamis bahwa kenaikan suku bunga lagi sebelum akhir tahun merupakan sesuatu yang "masuk akal" untuk diperkirakan.
Perubahan ekspektasi kebijakan moneter tersebut menambah tekanan terhadap pasar obligasi, terutama pada tenor pendek hingga panjang.
Sanders mengatakan pasar kini memperkirakan hingga empat kali kenaikan suku bunga sampai tahun depan. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat mendorong The Fed menuju kebijakan yang lebih ketat ketika risiko kesalahan kebijakan juga meningkat.
Kenaikan yield Treasury juga berpotensi memberikan tekanan pada pasar saham dan meningkatkan biaya pembiayaan bagi pemerintah, perusahaan, serta rumah tangga.
Data resmi Federal Reserve menunjukkan yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 5,01% pada 23 September, sementara tenor 30 tahun berada di sekitar 5,35%, sebelum lonjakan lebih lanjut pada perdagangan Kamis.
Tekanan terhadap obligasi juga mencerminkan kekhawatiran investor bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama akibat harga energi dan kuatnya aktivitas ekonomi.
