Obligasi AS Tertekan, Yield Treasury 10-Y Tembus 5,3%
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor panjang kembali meningkat pada perdagangan Senin (5/10/2026). Yield Treasury 10 tahun mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade seiring investor mencermati data ekonomi terbaru dan menantikan risalah rapat Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga
Yield Treasury AS 10-Y Turun Usai Sentuh Level Tertinggi dalam 24 Tahun
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun (10-Y) naik 3 basis poin menjadi 5,307%. Bahkan pada satu titik sempat melonjak sekitar 7 basis poin ke 5,349%, level tertinggi sejak 3 April 2002.
Sementara itu, imbal hasil obligasi tenor 30 tahun naik sekitar 3 basis poin menjadi 5,661%, setelah sebelumnya menyentuh 5,703%, level tertinggi sejak Mei 2002.
Pendiri dan CEO Infrastructure Capital Advisors, Jay Hatfield, menyebut kenaikan imbal hasil tersebut dipicu aksi jual yang didorong momentum pasar.
“Biasanya obligasi tenor 10 tahun diperdagangkan sekitar 100 basis poin di atas tingkat suku bunga akhir The Fed. Berdasarkan itu, imbal hasil masih bisa naik lebih tinggi,” ujar Hatfield kepada CNBC.
Pergerakan pasar obligasi terjadi setelah Institute for Supply Management (ISM) melaporkan indeks aktivitas sektor jasa AS naik menjadi 54,9 pada September, sejalan dengan ekspektasi pasar meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan Agustus.
Subindeks harga dalam survei ISM meningkat 1,4 poin menjadi 74, mencatat rata-rata 12 bulan tertinggi sejak Maret 2023. Data ini menunjukkan tekanan inflasi di sektor jasa masih cukup kuat.
Pasar Menanti Risalah The Fed
Investor kini mengalihkan perhatian pada publikasi risalah rapat The Fed September yang dijadwalkan keluar pada Rabu.
Dokumen tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk mengenai pandangan para pejabat bank sentral terhadap inflasi, kondisi ekonomi, dan arah suku bunga berikutnya.
Meski pasar obligasi mengalami tekanan selama enam pekan terakhir, laporan ketenagakerjaan September yang lebih lemah dari perkiraan pada Jumat lalu sempat membantu menurunkan imbal hasil dan meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga tambahan pada pertemuan Oktober.
Baca Juga
Inflasi PCE AS Agustus Melunak, Ekspektasi Kenaikan Bunga Fed Menurun
Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 82% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
Namun demikian, tingginya imbal hasil obligasi menunjukkan investor masih memperhitungkan kemungkinan suku bunga bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
