Survei Michigan: Inflasi Hantui Rumah Tangga AS, Sentimen Konsumen Merosot Tajam
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Sentimen konsumen Amerika Serikat merosot tajam pada September 2026 ketika kekhawatiran terhadap inflasi kembali meningkat. Tekanan harga mulai membebani prospek keuangan rumah tangga dan kondisi ekonomi.
Survei terbaru University of Michigan yang dirilis Jumat (11/9/2026), menunjukkan indeks sentimen konsumen turun menjadi 47,8 pada September, anjlok 7,5% dibandingkan Agustus dan 13,2% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka tersebut merupakan level terendah kedua dalam sejarah survei yang telah berlangsung sejak 1952. Rekor terendah sebelumnya tercatat pada Mei ketika kenaikan harga juga mengguncang kepercayaan konsumen.
Baca Juga
Survei Michigan Ungkap Sentimen Konsumen AS, Ekspektasi Inflasi Meningkat
“Ekspektasi mengenai keuangan pribadi dan kondisi bisnis setahun ke depan anjlok. Dengan kenaikan kembali harga bahan bakar dan ketegangan perdagangan, konsumen memperkirakan tekanan yang lebih besar terhadap daya beli mereka ke depan,” beber Joanne Hsu, direktur survei University of Michigan, dikutip CNBC.
Kekhawatiran tersebut tercermin jelas dalam ekspektasi inflasi. Konsumen memperkirakan inflasi AS dalam satu tahun ke depan mencapai 4,6%, naik 0,6 poin persentase dari bulan sebelumnya.
Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Juni, ketika ekspektasi inflasi juga mencapai 4,6%.
Merosotnya sentimen terjadi ketika data pemerintah menunjukkan tekanan harga energi kembali meningkat. BLS melaporkan harga bensin melonjak 3,9% pada Agustus dan 27,4% dibandingkan setahun sebelumnya.
Harga bahan bakar minyak bahkan meningkat 10,1% secara bulanan dan 52% dalam setahun.
Dilema The Fed
Lonjakan harga energi menjadi perhatian khusus karena dampaknya tidak berhenti pada pompa bensin. Biaya bahan bakar yang lebih tinggi dapat meningkatkan ongkos transportasi dan produksi, kemudian diteruskan kepada konsumen melalui harga barang dan jasa.
Kondisi tersebut berpotensi memperumit upaya Federal Reserve menurunkan inflasi menuju target 2%.
Survei University of Michigan juga memperlihatkan penurunan pada kedua komponen utama sentimen. Indeks kondisi saat ini turun 1,9% dibandingkan Agustus, sedangkan indeks ekspektasi anjlok 11,1%.
Kemerosotan ekspektasi menjadi sinyal yang lebih mengkhawatirkan karena konsumen mulai melihat kondisi ekonomi masa depan secara lebih negatif.
Ketegangan perdagangan juga menjadi salah satu faktor yang membentuk persepsi tersebut. Kekhawatiran terhadap tarif dan meningkatnya harga energi membuat rumah tangga memperkirakan biaya hidup akan terus meningkat.
Situasi ini muncul bersamaan dengan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.
Data CPI yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan inflasi AS mencapai 3,4% secara tahunan pada Agustus, jauh di atas target 2% bank sentral. Inflasi inti tercatat 2,4% secara tahunan.
Baca Juga
Inflasi AS Agustus 3,4% YoY, Ekspektasi Kenaikan Bunga Fed Menguat
Setelah laporan tersebut dirilis, pelaku pasar semakin yakin The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Probabilitas kenaikan berdasarkan kontrak fed funds futures sempat meningkat di atas 85%.
Dengan suku bunga saat ini berada pada kisaran 3,5%-3,75%, kenaikan berikutnya akan semakin memperketat kondisi pembiayaan bagi rumah tangga dan dunia usaha.
Namun, bagi The Fed, persoalannya bukan sekadar menjaga inflasi tetap terkendali. Bank sentral juga harus memperhitungkan dampak kebijakan yang lebih ketat terhadap konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.
Merosotnya sentimen konsumen dapat menjadi sinyal awal bahwa rumah tangga mulai lebih berhati-hati. Jika berlangsung lama, penurunan keyakinan tersebut berpotensi menekan belanja konsumen, salah satu mesin utama perekonomian AS.
Pada saat yang sama, kenaikan ekspektasi inflasi dapat menciptakan tantangan tambahan bagi bank sentral. Jika konsumen dan dunia usaha memperkirakan harga akan terus meningkat, tekanan tersebut dapat memengaruhi perilaku konsumsi, upah dan penetapan harga.
