Survei Michigan Ungkap Sentimen Konsumen AS, Ekspektasi Inflasi Meningkat
Poin Penting
- Indeks sentimen konsumen AS turun ke 58,6 pada Agustus dari 61,7 di Juli.
- Kekhawatiran inflasi jadi faktor utama pelemahan sentimen.
- Ekspektasi inflasi 12 bulan naik ke 4,9%, jangka panjang ke 3,9%.
- Kondisi pembelian barang tahan lama anjlok 14%, terendah dalam setahun.
WASHINGTON, investortrust.id - Sentimen konsumen Amerika Serikat melemah pada Agustus karena rumah tangga memperkirakan kenaikan harga barang akibat tarif impor.
Baca Juga
Survei Michigan: Sentimen Konsumen AS Maret Merosot ke Level Terendah sejak 2022
Survei Konsumen University of Michigan pada Jumat menyebutkan Indeks Sentimen Konsumen turun menjadi 58,6 bulan Agustus dari pembacaan final 61,7 pada Juli. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan indeks ini akan naik menjadi 62,0.
“Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi,” kata Joanne Hsu, Direktur Survei Konsumen, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
“Kondisi pembelian barang tahan lama anjlok 14%, menjadi pembacaan terendah dalam setahun, akibat tingginya harga.”
Baca Juga
Inflasi Produsen AS Meningkat Tajam seiring Lonjakan Harga Barang dan Jasa
Ekspektasi inflasi konsumen untuk 12 bulan ke depan naik menjadi 4,9% bulan ini dari 4,5% pada Juli. Sementara ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat menjadi 3,9% dari 3,4% bulan lalu.

