AS Hantam 3 Tanker Minyak Iran, Konflik AS-Iran Memanas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang tiga kapal tanker pengangkut minyak mentah Iran setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS yang beroperasi di kawasan tersebut.
Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM), Sabtu (5/9/2026), menyatakan satu kapal tanker minyak mentah Iran dilumpuhkan secara permanen di lepas pantai Pulau Kharg, sedangkan kapal lainnya diserang di dekat Jask. Satu tanker minyak lainnya menjadi sasaran serangan di kawasan Teluk Oman.
Serangan tersebut terjadi setelah CENTCOM menyatakan IRGC meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang AS yang sedang berpatroli di kawasan itu. Menurut CENTCOM, sebuah kapal induk AS dan kapal perusak berpeluru kendali berhasil menghindari sejumlah serangan tersebut dan tidak ada personel AS yang terluka.
Baca Juga
Eskalasi Konflik AS-Iran Meningkat, Minyak Brent Dekati US$ 95 per Barel
“Pesan kepada IRGC harus jelas: Jika Anda menembaki dua kapal kami, kami akan memberikan biaya ekonomi yang lebih tinggi—dengan menghancurkan tiga kapal milik Anda,” sebut Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper dalam pernyataan yang dikutip CNBC.
“Kami tidak akan ragu membela pasukan Amerika dan, jika diperlukan, menghancurkan armada minyak Iran yang terbatas dan rentan,” lanjutnya.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kemudian memperkeras ancaman tersebut melalui unggahan di X. Ia menyatakan bahwa jika Iran menembaki kapal-kapal AS, Washington akan menghancurkan dan menenggelamkan kapal tanker minyak Iran.
Belum ada tanggapan langsung dari pemerintah Iran mengenai serangan AS terhadap tiga kapal tanker tersebut.
Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Sebelum perang, sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui Pulau Kharg.
Namun, arus ekspor tersebut telah terganggu sejak AS memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak Iran pada pertengahan April. Konflik AS-Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Pulau Kharg menjadi titik penting dalam konflik karena merupakan pusat utama ekspor minyak Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya, pada Juni, mengancam akan merebut Pulau Kharg ketika serangan militer AS terhadap Iran terus berlangsung.
Pada 31 Agustus, Trump juga mengunggah video yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) yang memperlihatkan Pulau Kharg seolah-olah dihancurkan.
Tekanan Ekonomi terhadap Iran Diperketat
Serangan terhadap kapal tanker Iran terjadi sehari setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap sebuah bank investasi kecil asal Turki beserta dua anak perusahaannya.
Washington menuduh Golden Global Yatirim Bankasi Anonim Sirketi dan anak usahanya, Golden Global Varlik Kiralama Anonim Sirketi serta Golden Global Portfoy Yonetimi Anonim Sirketi, memfasilitasi aliran dana untuk salah satu jaringan yang terkait dengan IRGC.
Departemen Keuangan AS menuding perusahaan-perusahaan tersebut dibentuk untuk membantu jaringan rahbar Iran memindahkan pendapatan minyak dari China ke Turki. Dana tersebut kemudian disebut dapat dikonversi menjadi uang tunai dan emas melalui jaringan penukar uang yang terkait dengan rahbar.
Golden Global Bank menjadi lembaga keuangan besar kedua yang menjadi sasaran dalam kampanye yang disebut pemerintahan Trump sebagai “Operation Economic Outcast”.
Baca Juga
AS Luncurkan “Operation Economic Outcast”, China Tak Luput dari Sanksi Iran
Kampanye tersebut dirancang untuk mengisolasi Tehran melalui langkah-langkah nonmiliter, terutama dengan memberikan sanksi kepada perusahaan dan mitra bisnis yang dianggap membantu Iran.
Dengan serangan militer terhadap kapal tanker yang kini disertai tekanan finansial dan sanksi, konflik AS-Iran memasuki fase yang semakin menekan kemampuan Tehran mempertahankan aliran pendapatan dari sektor minyak.
