Harga Minyak Naik Hampir 1% Setelah Iran Sita Kapal Tanker
NEW YORK, Investortrust.id -Harga minyak naik hampir 1% pada hari Kamis setelah Iran menyita sebuah kapal tanker minyak di lepas pantai Oman. Hal ini meningkatkan ancaman konflik di Timur Tengah.
Baca Juga
Kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk bulan Februari, dikutip dari CNBC, naik 65 sen, atau 0,91%, menjadi $72,02 per barel.
Kontrak berjangka Brent untuk bulan Maret naik 61 sen, atau 0,79%, menjadi $77,41 per barel.
Pada awal sesi, kedua harga minyak acuan tersebut naik lebih dari $2 per barel namun mundur karena peningkatan inflasi AS yang tidak terduga dan laporan bahwa Tiongkok menginginkan lebih sedikit impor dari Saudi.
Iran menyita sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah Irak dengan tujuan Turki sebagai pembalasan atas penyitaan kapal yang sama dan minyaknya pada tahun lalu oleh AS.
Penyitaan kapal St Nikolas yang berbendera Kepulauan Marshall bertepatan dengan serangan berminggu-minggu yang dilakukan milisi Houthi Yaman yang didukung Iran yang menargetkan rute pelayaran Laut Merah.
Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman minggu ini melancarkan serangan terbesar mereka terhadap jalur pelayaran komersial di Laut Merah.
AS dan Inggris mengisyaratkan mereka akan mengambil tindakan lebih lanjut jika serangan terus berlanjut. Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut diakhirinya segera serangan Houthi.
Pemimpin kelompok tersebut, Abdel-Malek al-Houthi, mengatakan setiap serangan terhadap Houthi tidak akan terjadi tanpa tanggapan, dan mencatat bahwa tanggapan tersebut akan lebih besar daripada serangan baru-baru ini yang menggunakan drone dan rudal yang menargetkan kapal AS di Laut Merah.
Baca Juga

