Ekonomi RI-Rusia Saling Melengkapi, Prabowo Dorong Lipatgandakan Perdagangan Kedua Negara
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mendorong melipatgandakan volume perdagangan RI-Rusia. Hal ini mengingat kedua negara memiliki keunggulan yang saling melengkapi.
"Peningkatan nilai perdagangan ini akan didorong perekonomian yang saling melengkapi, rencana pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU FTA) pada awal 2027, dan mungkin yang terpenting, hubungan yang semakin erat antarkomunitas bisnis kita," kata Prabowo dalam pidatonya pada Eastern Economic Forum (EEF) 2026 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Pembangunan Tidak Boleh Hanya Untungkan Segelintir Orang
Kepala Negara mengatakan, perekonomian Indonesia dan Rusia memiliki karakteristik perekonomian yang saling melengkapi. Perbedaan sumber daya dan keunggulan kedua negara membuat RI dan Rusia sangat cocok untuk memperkuat kerja sama.
"Perekonomian Indonesia dan Rusia bukanlah gambaran cermin satu sama lain. Saya percaya justru karena itulah keduanya dapat cocok untuk bekerja sama," kata Prabowo.
Dipaparkan, Rusia memiliki gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, rekayasa teknik tingkat lanjut. Sementara Indonesia memiliki minyak kelapa sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang-barang konsumsi, dan tenaga kerja muda. Selain itu, Indonesia menjadi pintu gerbang menuju 680 juta penduduk ASEAN.
"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," katanya.
Hal ini yang membuat perdagangan RI-Rusia meningkat tajam. Prabowo memaparkan, pada 2025, perdagangan RI-Rusia mendekati angka US$ 5 miliar dolar atau meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya pada 2024, dan meningkat 33,7% dibandingkan tahun 2023.
"Pencapaian ini baru permulaan. Ini bukanlah batas maksimalnya," kata Prabowo.
Baca Juga
Kepala Negara meyakini nilai perdagangan RI-Rusia masih sangat berpeluang untuk terus ditingkatkan. Bahkan, Prabowo mendorong nilai perdagangan kedua negara dilipatganakan.
"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia," katanya.
