Pasar Kerja Melambat, Ekonomi AS Kehilangan 23.000 Pekerjaan pada Juli
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – Ekonomi Amerika Serikat secara tak terduga kehilangan 23.000 lapangan kerja pada Juli, memperkuat indikasi bahwa pasar tenaga kerja mulai melambat setelah sebelumnya menunjukkan ketahanan.
Baca Juga
Perekrutan Swasta AS Turun Tajam, ADP: Hanya Bertambah 44.000 pada Juli
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), Jumat (7/8/2026), melaporkan nonfarm payrolls turun 23.000 pada Juli setelah data Juni direvisi menjadi penurunan 20.000. Hasil tersebut jauh di bawah ekspektasi ekonom yang disurvei Dow Jones yang memperkirakan penambahan 83.000 pekerjaan.
Meski demikian, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,1% dari 4,2%. Penurunan ini bukan karena peningkatan penyerapan tenaga kerja, melainkan akibat semakin sedikit warga yang aktif bekerja atau mencari pekerjaan. Tingkat partisipasi angkatan kerja turun menjadi 61,4%, terendah dalam lebih dari lima tahun.
Revisi data sebelumnya juga memperburuk gambaran pasar tenaga kerja. Jumlah pekerjaan pada Mei direvisi turun menjadi 63.000, sehingga rata-rata penciptaan lapangan kerja selama 12 bulan terakhir hanya mencapai 34.000.
“Laporan Juli ini menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih belum benar-benar pulih,” ujar ekonom ZipRecruiter Nicole Bachaud, dilansir CNBC.
Penurunan terbesar terjadi pada sektor pendidikan pemerintah daerah yang kehilangan 50.000 pekerjaan. Sektor ritel berkurang 19.000 pekerjaan, aktivitas keuangan turun 14.000, sementara sektor rekreasi dan perhotelan kehilangan 40.000 pekerjaan, yang diduga dipengaruhi berakhirnya turnamen Piala Dunia.
Sebaliknya, sektor kesehatan masih menambah 22.000 pekerjaan meski lebih rendah dari rata-rata 12 bulan sebesar 36.000. Sektor konstruksi juga bertambah 22.000 pekerjaan.
Data menunjukkan lapangan kerja sektor swasta masih bertambah 30.000, tetapi penurunan 53.000 pekerjaan di sektor pemerintah membuat total payroll menjadi negatif.
Sementara itu, pertumbuhan upah juga melemah. Rata-rata upah per jam hanya naik dua sen, sehingga kenaikan tahunan melambat menjadi 3,2%, level terendah sejak Mei 2021.
Baca Juga
Fed Pertahankan Suku Bunga 3,5%-3,75%, Tiga Anggota FOMC Desak Kenaikan
Laporan ini memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi 44%, sedangkan peluang kenaikan pada Oktober menjadi 58,3%, menurut CME FedWatch.
Pasar saham AS merespons positif data tersebut karena investor memperkirakan The Fed tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga.

