Singgung Transisi Energi, Anies: Jangan Sampai Banyak yang Kehilangan Pekerjaan
JAKARTA, investortrust.id - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, tidak memungkiri proses transisi menuju energi hijau (green energy) bukanlah hal yang mudah dilakukan.
Untuk itu dia menyebut semua pihak harus memikirkan kelangsungan hidup masyarakat yang bekerja di sektor non-green energy.
“Jangan sampai transisi itu dikerjakan dan menjadi pelaku di sini, lalu kehilangan mata pencaharian, kehilangan kehidupan. Jadi transisi ini harus dipikirkan aspek transisinya dan aspek pelakunya di sini,” tegas Anies dalam Dialog Capres dengan Kadin di Djakarta Theater, Kamis (11/1/2024).
Baca Juga
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Anies menyebut perlu dilakukan percakapan dengan stakeholder yang akan ditinggalkan dan stakeholder yang akan terlibat di dalam proses perubahan.
Anies menegaskan, penyusunan road map soal transisi ini harus disepakati bersama-sama. Apalagi negara juga punya komitmen internasional yang harus diterjemahkan menjadi regulasi yang konsisten dengan penandatanganan Paris Agreement dan juga COP20 di Dubai.
“Jadi kesepakatan-kesepakatan itu semua harus diturunkan dalam bentuk regulasi pusat, kementerian-kementerian, provinsi, kabupaten/kota. Eksekusi soal lingkungan hidup itu ada di kota, ada di Kabupaten, bukan di tingkat nasional,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Hanya saja hal ini kemudian disayangkan Anies, karena para pemimpin daerah seperti wali kota dan bupati tidak pernah diajak bicara soal pembuatan regulasi untuk mendukung transisi energi tersebut. Padahal, menurutnya regulasi harus dikerjakan secara serius di setiap lini.
Baca Juga
Anies akan Ajak Lebih Banyak Investor Kelas Dunia ke Tanah Air
“Selanjutnya kita harus secara konsisten menerapkan road map yang disusun bersama. konsistensi ini dibutuhkan dan konsistensi ini pasti membutuhkan biaya. Tidak ada transisi tanpa subsidi,” kata Anies.
Menurut Anies, ketika subsidi itu diberikan maka akan memunculkan ekonomi yang lebih sehat dan bersih. Ia memandang itu sebagai manfaat yang tidak bisa dihitung secara rupiah begitu saja, karena manfaatnya adalah ekosistem dan ekologi yang menjadi lebih baik.
Adapun yang tidak kalah penting menurut Anies adalah perlu melakukan prioritas pengembangan energi baru terbarukan di dalam negeri yang eksplorasinya membutuhkan komitmen investasi yang serius.

