The Fed Tak Beri Petunjuk Arah Suku Bunga, Pasar Obligasi Bereaksi Negatif
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menegaskan bank sentral Amerika Serikat tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target 2%, meski kembali mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%.
Baca Juga
Fed Pertahankan Suku Bunga 3,5%-3,75%, Tiga Anggota FOMC Desak Kenaikan
Dalam konferensi pers usai rapat FOMC, Rabu (29/7/2026) waktu setempat, Warsh mengatakan Fed sengaja tidak lagi memberikan panduan mengenai arah kebijakan suku bunga seperti yang selama ini dilakukan.
"Saya memahami keinginan pasar memperoleh proyeksi dan komentar yang berkelanjutan dari komite ini. Namun kami perlu mengamati reaksi pasar secara langsung tanpa distorsi," kata Warsh.
Ia menegaskan bahwa apabila diperlukan, Fed tidak akan ragu mengambil tindakan guna menjaga stabilitas harga.
Meski demikian, pasar obligasi justru merespons negatif. Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun melonjak melampaui 5,2%, level tertinggi sejak 2007. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik lebih dari 7 basis poin menjadi sekitar 4,68%.
Kenaikan yield mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor bahwa Fed mungkin tertinggal dalam mengendalikan inflasi.
Sebelumnya, sejumlah pejabat Fed seperti Lorie Logan, Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Christopher Waller telah mengindikasikan perlunya kebijakan moneter yang lebih ketat apabila inflasi tetap tinggi.
Baca Juga
Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga ‘Moderat’, Lorie Logan: Inflasi Belum Terkendali
Di sisi lain, data inflasi terbaru sempat memberikan sedikit harapan setelah indeks harga konsumen (CPI) turun 0,4% pada Juni berkat penurunan harga bensin. Namun kondisi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara karena harga minyak kembali melonjak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Mantan analis senior Federal Reserve New York, Jerry Templeman, mengatakan arah kebijakan September akan sangat bergantung pada data ekonomi yang akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.
“Kita akan mendapatkan serangkaian data menarik yang akan dirilis antara sekarang dan pertemuan bulan September,” kata Jerry Templeman, seperti dikutip CNBC. Templeman sekarang menjadi wakil presiden bidang ekonomi dan riset pendapatan tetap di Mutual of America Capital Management.
Menurutnya, situasi dapat berubah signifikan apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
