Sentimen Geopolitik dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Wall Street, Dow Anjlok 300 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Indeks-indeks utama Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (21/7/2026) WIB. Indeks S&P 500 turun 0,19% ke level 7.443,28. Nasdaq Composite melemah tipis 0,05% menjadi 25.508,07, sementara Dow Jones Industrial Average kehilangan 307,16 poin atau 0,59% ke posisi 51.839,26. Penurunan Dow semakin dalam setelah saham Apple anjlok lebih dari 2%.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Terseret Saham Chip dan Eskalasi Perang AS-Iran, Dow Ambles 400 Poin
Harga minyak melonjak akibat memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran, yang membebani sentimen pasar.
Pasar sempat membaik pada pertengahan perdagangan di London setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyatakan komunikasi melalui mediator dengan Amerika Serikat masih terus berlangsung. Ia mengatakan peluang penyelesaian diplomatik tetap terbuka apabila sejalan dengan kepentingan nasional Iran.
Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama. Harga minyak kembali melonjak setelah Presiden Donald Trump menegaskan Iran akan membayar "berkali-kali lipat" atas kematian tiga personel militer AS.
Baca Juga
Trump Geram dan Ancam Iran Atas Tewasnya 3 Tentara AS, Harga Minyak Kembali Melonjak
Minyak mentah WTI ditutup naik 0,9% menjadi US$83,23 per barel, sedangkan Brent melonjak sekitar 1,3% ke US$89,22 per barel. Tekanan terhadap pasar juga bertambah setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi.
Analis Vital Knowledge, Adam Crisafulli, menilai investor masih meyakini Trump tidak akan membawa Amerika Serikat ke eskalasi militer yang jauh lebih besar, seperti pengerahan pasukan darat. Karena itu, pasar masih memperkirakan penyelesaian diplomatik pada akhirnya tidak dapat dihindari.
Di tengah tekanan pasar, saham-saham semikonduktor mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami pelemahan tajam pekan lalu.
Micron Technology naik hampir 2%, Astera Labs menguat 1,9%, Teradyne melonjak 3,5%, sementara Advanced Micro Devices (AMD) bertambah 1,6%. ETF VanEck Semiconductor (SMH) juga ditutup sedikit lebih tinggi.
Presiden Wells Fargo Investment Institute sekaligus Chief Investment Officer Wealth and Investment Management, Darrell Cronk, mengatakan sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) tengah mengalami koreksi yang sehat setelah reli panjang.
“Meski kondisi jenuh jual membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek, tren kenaikan jangka menengah telah terganggu sehingga risiko koreksi yang lebih dalam masih perlu diwaspadai,” beber Cronk, seperti dikutip CNBC.
Pekan lalu, ketiga indeks utama Wall Street juga berakhir di zona merah karena tekanan besar pada saham-saham chip. ETF SMH bahkan mencatat penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.
