Wall Street Tertekan Lonjakan Yield Obligasi AS, Dow Anjlok Lebih 300 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Wall Street kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (20/5/2026) WIB. Indeks S&P 500 mencatat penurunan tiga sesi berturut-turut di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli pasar saham.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Tembus 5,18%, The Fed Bisa Naikkan Bunga Lagi
Indeks S&P 500 turun 0,67% ke level 7.353,61, sedangkan indeks teknologi Nasdaq Composite melemah 0,84% menjadi 25.870,71. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 322,24 poin atau 0,65% ke posisi 49.363,88.
Tekanan terbesar datang dari pasar obligasi. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 30 tahun sempat menembus 5,19%, level tertinggi dalam hampir 19 tahun terakhir.
Sementara yield Treasury tenor 10 tahun — acuan utama suku bunga kredit rumah, pinjaman kendaraan, dan kartu kredit — sempat naik ke 4,687%, tertinggi sejak Januari 2025.
Kenaikan yield terjadi setelah serangkaian data inflasi pekan lalu menunjukkan tekanan harga kembali meningkat seiring melonjaknya harga minyak akibat perang Iran.
Investor khawatir suku bunga tinggi akan menghambat belanja konsumen dan memperlambat pertumbuhan ekonomi AS dalam jangka panjang, terutama di tengah valuasi tinggi saham-saham teknologi dan semikonduktor.
Chief Investment Officer Prime Capital Financial, Will McGough, mengatakan pasar obligasi saat ini tengah “menguji” arah kebijakan bank sentral AS.
Menurutnya, investor mulai melihat risiko inflasi lebih serius akibat harga energi yang tetap tinggi.
Pasar juga menyoroti transisi kepemimpinan di Federal Reserve menjelang pelantikan Kevin Warsh sebagai ketua The Fed pada Jumat mendatang.
McGough menilai investor obligasi ingin menguji sejauh mana Warsh akan agresif menghadapi tekanan inflasi yang kembali meningkat. “Ada narasi bahwa ketua Fed yang baru cenderung diuji oleh pasar,” kata McGough kepada CNBC.
Di pasar energi, harga minyak sempat turun tipis setelah Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Minyak WTI turun 0,82% menjadi US$107,77 per barel, sedangkan Brent turun 0,73% ke US$111,28 per barel.
Baca Juga
Namun sentimen pasar kembali terguncang setelah laporan bahwa AS menyita sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran di Samudra Hindia.
Dari sektor teknologi, saham Nvidia turun hampir 1% menjelang laporan keuangan kuartalan yang akan diumumkan Rabu malam waktu setempat.
Saham Qualcomm merosot hampir 4%, sementara Broadcom turun sekitar 2%.
Manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengatakan pelemahan pasar saat ini merupakan jeda yang wajar setelah reli besar dalam beberapa pekan terakhir. “Ini adalah jeda yang pantas setelah reli yang luar biasa,” kata Jed Ellerbroek kepada CNBC.
Baca Juga
Wall Street Cetak Rekor Baru Ditopang Saham Teknologi, Dow Jones Tembus 50.000
Sebelumnya, S&P 500 dan Nasdaq sempat mencetak rekor tertinggi baru pekan lalu, sementara Dow Jones kembali menembus level psikologis 50.000.

