Warren Buffett Ogah Bermitra Lagi dengan Bill Gates, Ternyata Gegara Ini..
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Investor miliarder Warren Buffett resmi mengakhiri salah satu kemitraan filantropi terbesar dalam sejarah bersama Gates Foundation yang dipimpin oleh taipan sektor perangkat lunak, Bill Gates. Padahal sudah hampir dua dekade Warren Buffet sudah mendonasikan dana hingga US$ 48 miliar, atau setara dengan Rp 864 triliun dengan kurs dolar AS di angka Rp 18.000.
Sementara pada tahun ini, mantan CEO Berkshire Hathaway berusia 95 tahun ini telah menyumbangkan total 12 juta saham Berkshire Kelas B senilai hampir US$ 6 miliar kepada sejumlah organisasi amal. Namun, dari sumbangan tersebut tak ada satu sen pun yang mampir ke rekening lembaga amal yang dikelola Bill Gates.
Fortune pada publikasinya yang dikutip Rabu (15/7/2026) mengulas bahwa 'kaburnya' Warren Buffet dari sirkel filantropi Bill Gates terjadi setelah memburuknya hubungan antara Buffett dan Bill Gates selama beberapa tahun terakhir, yang dimulai sejak perceraian pendiri Microsoft tersebut dengan isterinya Melinda French Gates pada tahun 2021, serta dugaan keterkaitan Gates dengan kasus Jeffrey Epstein.
Masih mengutip kabar dari Fortune, tahun ini Buffett juga memilih menjaga donasi tahunannya tetap dekat dengan lingkungan terdekatnya, dan mengalokasikan seluruh saham kepada yayasan yang terkait atau dikelola oleh keluarganya sendiri. Sisa saham Berkshire miliknya yang bernilai US$ 140 miliar juga akan dicairkan sepenuhnya pada tahun 2034 kepada organisasi yang dijalankan oleh keluarganya.
Mengenai komitmen masa depan tersebut, Buffett menegaskan posisinya melalui sebuah pernyataan tertulis. "Tentu saja, kematian tidak dapat diprediksi, tetapi sisa saham saya akan disumbangkan ke empat yayasan dengan satu atau lain cara pada 31 Desember 2034," tulisnya, dikutip Fortune.
Dari pengumuman tersebut mengungkapkan bahwa alokasi terbesar sebanyak 9 juta saham yang bernilai sekitar US$ 4,5 miliar akan diserahkan kepada Susan Thompson Buffett Foundation. Yayasan ini didirikan Buffett pada tahun 1964 dan dinamai menurut nama mendiang istrinya setelah wafat pada tahun 2004, dan dipimpin langsung oleh anak perempuan Buffett, Susie Buffett.
Sementara itu, masing-masing 1 juta saham senilai sekitar US$ 500 juta dialokasikan untuk Howard G. Buffett Foundation dan NoVo Foundation yang masing-masing dijalankan oleh putra Buffett, Howard Buffett dan Peter Buffett. Selain itu, Sherwood Foundation yang didirikan dan diawasi oleh Susie Buffett juga akan menerima bagian sebesar 1 juta saham.
Meskipun Buffett telah menyumbang ke yayasan keluarga ini selama bertahun-tahun, Gates Foundation merupakan pihak yang selalu menerima bagian terbesar dari pemberian amal sang miliarder selama hampir dua dekade.
Sebagai gambaran, pada tahun lalu saja Buffett masih menyumbangkan 9,4 juta saham senilai US$ 4,6 miliar kepada Gates Foundation.
Perubahan dalam pemberian amal ini dinilai sangat signifikan mengingat Buffett pernah membuat janji seumur hidup yang tidak dapat ditarik kembali pada tahun 2006. Dalam janji tersebut, ia berkomitmen untuk terus berdonasi selama Bill Gates atau Melinda French Gates masih hidup dan aktif terlibat dalam organisasi tersebut, di samping beberapa syarat lainnya.
Baca Juga
Buffett: Pasar Terlalu Spekulatif, Berkshire Tahan Diri Meski Kas Melimpah
Namun, The Wall Street Journal melaporkan bulan lalu bahwa Buffett akan menunda donasi tengah tahunnya ke Gates Foundation untuk melihat hasil tinjauan dari firma hukum WilmerHale terkait potensi keterkaitan organisasi tersebut dengan Jeffrey Epstein yang diperkirakan rilis musim panas ini.
Naik turun hubungan antara Buffett dan Gates sebenarnya telah terjadi selama bertahun-tahun meskipun keduanya sempat menjadi sahabat dekat setelah bertemu di rumah orang tua Gates pada tahun 1991 dan bekerja sama menciptakan Giving Pledge.
Ketegangan mulai terlihat pada tahun 2021 ketika Gates dan Melinda mengumumkan perceraian mereka, yang disusul dengan langkah Buffett mundur sebagai pengawas yayasan tersebut setelah 15 tahun mengabdi.
Saat itu, pengunduran diri tampak damai dan Buffett menyatakan bahwa tujuannya sinkron 100% dengan yayasan serta partisipasi fisiknya tidak lagi diperlukan. Akan tetapi, dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada bulan Maret tahun yang sama, Buffett merefleksikan kembali pengunduran dirinya dari Gates Foundation dengan catatan tersendiri. "Ada banyak hal yang tidak saya ketahui," ungkapnya.
Tanda-tanda ketegangan lebih lanjut muncul pada tahun 2024 ketika Buffett mengumumkan bahwa Gates Foundation tidak akan menerima uang dari warisannya setelah ia meninggal dunia kelak, dengan alasan seluruh sisa kekayaannya akan dialihkan ke lembaga wali amanat amal yang diawasi bersama oleh ketiga anaknya.
Inti dari konflik kedua miliarder ini juga disebut-sebut berakar pada dugaan hubungan Gates dengan pengelola dana sekaligus terpidana pelanggaran seksual, Jeffrey Epstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS awal tahun ini mengungkapkan bahwa Epstein menghabiskan satu dekade untuk membangun koneksi dengan orang-orang dekat Gates, termasuk penasihat Gates Foundation, guna mendapatkan informasi dan pengaruh.
Meskipun Gates tidak dituduh berpartisipasi dalam tindakan ilegal Epstein, Gates menyampaikan penyesalannya dalam keterangan tertulis kepada Komite Pengawasan di pparlemen bulan lalu mengenai pertemuan tersebut.
"Dalam pekerjaan yang saya lakukan, reputasi adalah dasar untuk mengembangkan kemitraan yang menyelamatkan nyawa. Bertemu dengan Epstein adalah kesalahan penilaian yang serius dan menempatkan pekerjaan ini dalam risiko," kata Gates.
Menanggapi situasi berkas Epstein ini, Buffett juga menolak berkomitmen untuk memberikan lebih banyak uang ke yayasan dan memilih menunggu perkembangan yang terungkap, bahkan ia mengakui sudah berbulan-bulan tidak berbicara dengan Gates.
"Saya belum berbicara dengannya sama sekali sejak seluruh hal itu terungkap. Saya tidak ingin berada dalam posisi di mana saya mengetahui berbagai hal saat ini. Saya bisa saja dipanggil sebagai saksi," ucap Buffett.
Tahun lalu, Gates sempat menyampaikan bahwa yayasannya berencana membelanjakan lebih dari US$ 200 miliar selama 20 tahun ke depan sebelum mencairkan seluruh dana abadi yang tersisa dan ditutup pada tahun 2045.
Menanggapi penghentian donasi dari mitranya, pihak yayasan menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi masa lalu yang telah diberikan Buffet.
"Gates Foundation berterima kasih kepada Warren Buffett atas dukungannya selama beberapa dekade terhadap kerja kami. Hadiahnya, yang totalnya lebih dari US$ 47 miliar, telah membantu kami memperluas dan memenuhi misi yayasan untuk meningkatkan kesehatan dan peluang bagi orang-orang di seluruh dunia," ungkap pernyataan resmi Gates Foundation.
