Investor Hindari Risiko, Wall Street Ambruk di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Bursa saham Amerika Serikat ditutup anjlok pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (14/7/2026) WIB. Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap dampak konflik geopolitik.
Indeks S&P 500 turun 0,79% menjadi 7.515,34. Indeks Nasdaq Composite melemah lebih tajam sebesar 1,55% ke level 25.873,18, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 138,37 poin atau 0,26% menjadi 52.498,64.
Baca Juga
AS Kembali Blokade Kapal Iran dan Memungut Tarif 20% di Selat Hormuz
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyatakan Amerika Serikat kembali menerapkan "Blokade Iran" yang hanya berlaku bagi kapal-kapal Iran maupun pelanggan mereka.
Trump juga menegaskan AS akan menjadi "Penjaga Selat Hormuz" dan meminta kompensasi sebesar 20% dari nilai seluruh kargo yang dikirim melalui selat tersebut sebagai biaya pengamanan.
Pengumuman itu langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia. Minyak mentah WTI melonjak sekitar 9,4% hingga melampaui US$78 per barel, sedangkan Brent naik 9,6% menjadi di atas US$83 per barel.
Eskalasi terbaru terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling melancarkan serangan udara pada akhir pekan. Iran menyerang fasilitas militer AS di sejumlah negara Teluk dan menyatakan Selat Hormuz ditutup. Namun, Trump membantah klaim tersebut dengan menegaskan jalur pelayaran strategis itu tetap terbuka bagi lalu lintas kapal komersial.
Sebelumnya, Trump pada Sabtu memerintahkan serangan udara ke Iran setelah Teheran menyerang sebuah kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga
Eskalasi Baru Konflik AS-Iran, Perebutan Kendali Selat Hormuz Kian Memanas
Chief Executive Officer WEBs Investments, Ben Fulton, mengatakan pasar saham masih bergerak dalam kisaran terbatas hingga terdapat penyelesaian dan kepastian atas konflik di Timur Tengah.
“Ini adalah pasar yang terbatas sampai Anda mendapatkan solusi nyata di Timur Tengah,” kata Ben Fulton, seperti dikutip CNBC.
Sektor semikonduktor menjadi penekan utama pasar. Saham SK Hynix yang tercatat di Nasdaq anjlok 9% setelah sebelumnya melonjak 13% pada hari pertama perdagangan.
Baca Juga
Debut Produsen Chip Korsel di Nasdaq, Saham SK Hynix Melonjak 13% pada Hari Pertama Perdagangan
Saham Micron Technology turun 4%, Sandisk merosot 12%, dan Seagate Technology melemah 5%.
Di sisi lain, saham Advanced Micro Devices (AMD) turun 4%, sedangkan Intel kehilangan sekitar 6%.
Menurut Fulton, sebagian rotasi investasi di sektor teknologi kemungkinan sudah berlangsung terlalu jauh. Meski demikian, ia menilai tema investasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) masih memiliki prospek jangka panjang yang kuat.
Saham bank-bank besar Amerika seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, dan Citigroup juga bergerak melemah menjelang publikasi laporan keuangan kuartalan pekan ini.
Selain sektor perbankan, investor juga menantikan laporan keuangan dari Netflix, Johnson & Johnson, dan UnitedHealth.
Berdasarkan proyeksi FactSet, laba emiten anggota S&P 500 pada kuartal II diperkirakan tumbuh lebih dari 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perhatian pasar pada Selasa akan tertuju pada rilis data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat untuk Juni. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi bulanan turun 0,2%, sementara inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 3,8%. Pada hari yang sama, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan House Financial Services Committee mengenai laporan kebijakan moneter semesteran bank sentral AS.
