Kebakaran Hebat Landa Pabrik Sepatu di China, Sedikitnya 28 Orang Tewas
Poin Penting
|
JINJIANG, investortrust.id - Sedikitnya 28 orang meninggal dunia dalam kebakaran hebat yang melanda sebuah pabrik sepatu di Kota Jinjiang, Provinsi Fujian, China. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan industri paling mematikan di negara tersebut tahun ini.
Baca Juga
Langgar Hak Cipta Louis Vuitton, Molly Tea Asal China Dijatuhi Denda Rp27,3 Miliar
Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, kebakaran terjadi Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat di pabrik Huiteng Footwear, yang berlokasi di Jinjiang. Kota ini dikenal sebagai "ibu kota sepatu" China karena memproduksi sekitar 20% sepatu olahraga dunia.
Rekaman video yang dirilis media pemerintah memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari bangunan pabrik. Sejumlah pekerja juga tampak terjebak di atap gedung sambil menunggu proses penyelamatan.
Pemerintah China mengerahkan lebih dari 500 personel untuk memadamkan api dan mengevakuasi para pekerja. Media pemerintah CCTV melaporkan lebih dari 200 orang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Saat kebakaran terjadi, terdapat hampir 240 orang di dalam pabrik. Dari 213 orang yang berhasil dievakuasi, dua korban kemudian meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 26 pekerja yang sebelumnya dinyatakan hilang ditemukan meninggal dunia, sehingga jumlah korban tewas mencapai sedikitnya 28 orang. Hingga kini, jumlah korban luka belum dipastikan.
Penyelidikan awal mengindikasikan api kemungkinan berasal dari lantai dasar pabrik, tempat penyimpanan berbagai bahan yang mudah terbakar. Otoritas masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.
Media pemerintah juga melaporkan aparat telah menahan sejumlah pihak yang bekerja untuk pemilik perusahaan, sementara rekening bank perusahaan dibekukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Presiden Xi Jinping, seperti dikutip BBC, menyatakan kebakaran tersebut telah menyebabkan "korban jiwa yang besar" dan menegaskan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban secara tegas.
Xi juga meminta seluruh pejabat terkait mengambil pelajaran dari serangkaian kecelakaan keselamatan industri yang terjadi sepanjang tahun ini. Ia menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah keselamatan yang lebih ketat dan efektif untuk mencegah tragedi serupa.
Baca Juga
Tujuh Pekerja Migran Indonesia Tewas dalam Kebakaran Dahsyat di Hong Kong
China sebelumnya telah memperkuat kampanye keselamatan kebakaran, khususnya di bangunan bertingkat, setelah kebakaran besar yang melanda sejumlah gedung apartemen di Hong Kong pada November lalu dan menewaskan 168 orang. Tragedi di Jinjiang diperkirakan akan kembali memicu evaluasi terhadap standar keselamatan di sektor manufaktur, terutama industri yang menggunakan atau menyimpan bahan-bahan mudah terbakar.
