Kalah Saing di Asia dan Amerika, Volkswagen Bakal PHK 100.000 Karyawan demi Efisiensi Biaya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Raksasa otomotif asal Jerman, Volkswagen, dilaporkan sedang menyusun rencana perombakan drastis yang dapat mengeliminasi hingga 100.000 pekerjaan dalam beberapa tahun ke depan.
Jumlah pemangkasan tenaga kerja ini mencapai dua kali lipat dari target yang diumumkan sebelumnya oleh perusahaan. Langkah ekstrem tersebut dipertimbangkan oleh jajaran eksekutif senior demi mencapai penghematan biaya sebesar 11 miliar euro atau sekitar Rp223,87 triliun (kurs 1 euro setara Rp 20.352) pada tahun 2030 mendatang.
Berdasarkan laporan media lokal Manager Magazin yang dikutip TheIndependent.co.uk, Jumat (26/6/2026) proposal restrukturisasi ini juga mencakup peninjauan ulang terhadap empat pabrik manufaktur mobil Volkswagen di Jerman dengan potensi penghentian total aktivitas produksi.
Rencana ini akan menjadi restrukturisasi monumental bagi produsen mobil berusia 89 tahun yang berbasis di Wolfsburg tersebut selaku pemilik merek-merek global seperti Audi, Bentley, Skoda, dan Seat.
Skala pengurangan yang diusulkan saat ini secara signifikan melampaui target awal perusahaan untuk memotong 50.000 lapangan kerja di seluruh operasionalnya di Jerman hingga tahun 2030.
Baca Juga
Laba Sebelum Pajak Tergerus 54%, Volkswagen Berencana PHK 50.000 Karyawan
Padahal sebelumnya, Chief Executive Oliver Blume sempat menyampaikan kepada para pemegang saham bahwa korporasi berada di jalur yang tepat untuk menghasilkan penghematan lebih dari enam miliar euro atau sekitar Rp122,112 triliun.
CEO Volkswagen tersebut juga menyatakan bahwa sekitar 28,000 kesepakatan pengunduran diri staf di markas besar Jerman telah dibuat untuk periode hingga 2030. "Transformasi seluruh perusahaan terus mengalami peningkatan kecepatan," ujar sang bos kala itu. Oliver Blume menambahkan, "Dengan program-program ini, kami secara metodis menangani semua kategori biaya di semua merek."
Selain pemangkasan staf, grup otomotif ini juga berupaya mengatasi kelebihan kapasitas dalam jaringan produksinya dengan menurunkan target pengoperasian global dari 12 juta kendaraan menjadi 9 juta kendaraan.
Kebijakan efisiensi ini mencuat setelah adanya laporan penurunan pengiriman kendaraan Volkswagen sebesar 10% di Amerika Serikat dan 8% di China sepanjang tahun 2025.
Manajemen menjelaskan bahwa penurunan performa tersebut disebabkan oleh kondisi pasar yang menantang, termasuk penerapan tarif impor di Amerika Serikat serta peningkatan persaingan ketat di pasar China di mana produsen mobil listrik besar seperti BYD telah merebut pangsa pasar dalam jumlah yang sangat masif.
Meskipun menghadapi tekanan berat di pasar Amerika Serikat dan Asia, Volkswagen mencatatkan performa positif di kawasan regional mereka sendiri dengan kenaikan pengiriman sebesar 4,5% di Eropa hingga mencapai hampir 4 juta kendaraan.
Saat ini, Volkswagen tercatat memiliki sekitar 625.000 staf di seluruh dunia, yang berarti rencana pemotongan massal tersebut akan menyusutkan sekitar 16% dari total keseluruhan tenaga kerja global jika benar-benar direalisasikan.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa rincian dari rencana perombakan baru ini dijadwalkan untuk dipresentasikan kepada dewan pengawas perusahaan pada tanggal 9 Juli mendatang, walaupun hingga kini juru bicara resmi Volkswagen memilih untuk tidak memberikan komentar atas spekulasi yang beredar tersebut.
