Laba Sebelum Pajak Tergerus 54%, Volkswagen Berencana PHK 50.000 Karyawan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Produsen mobil Jerman, Volkswagen, berencana memangkas 50.000 karyawan hingga 2030 setelah mengumumkan laba sebelum pajak turun 54%.
Pemangkasan pekerjaan ini akan dibagi di antara 10 merek Volkswagen, termasuk Porsche, Audi, Lamborghini, dan Bentley.
Perusahaan menyatakan tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump, serta penurunan penjualan di Amerika Utara dan China, menjadi penyebab turunnya laba. Sekadar informasi, impor Volkswagen dikenakan tarif 25% oleh Amerika Serikat.
“Secara total, sekitar 50.000 pekerjaan akan dipangkas hingga 2030 di seluruh Grup Volkswagen di Jerman,” kata Oliver Blume, Ketua Dewan Eksekutif Grup Volkswagen, dalam suratnya kepada pemegang saham, seperti dikutip UPI, Selasa (10/3/2026).
“Kami beroperasi di lingkungan yang secara fundamental berbeda,” imbuhnya.
Baca Juga
Ikuti Jejak Ferrari, Volkswagen Terima Pembayaran Menggunakan Aset Kripto
Seiring penurunan penjualannya di China, kinerja Volkswagen juga diperparah oleh makin meluasnya ekspansi produsen mobil China di pasar Eropa, sehingga memperkeras tingkat persaingan.
Sementara itu konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah juga menambah ketidakpastian bagi Volkswagen.
Volkswagen melaporkan margin laba 4,6% untuk tahun fiskal 2025. Diprediksi akan berada di kisaran 4% hingga 5,5% pada tahun fiskal 2026.
Arno Antlitz, Kepala Keuangan dan Operasi Volkswagen, mengatakan margin laba grup tidak dapat dipertahankan.
“Kami hanya bisa mewujudkannya jika terus mengurangi biaya secara ketat,” kata Antlitz, dikutip BBC.
Tantangan ekonomi juga memperlambat transisi grup menuju produksi kendaraan listrik. Porsche menunda transisi ini sementara karena laba mereka turun 98% pada 2025.
