The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Kisaran 3,5% - 3,75%, Buka Peluang Kenaikan Tahun Ini
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id – Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pertama yang dipimpin Ketua baru Kevin Warsh. Bank Sentral AS memberikan sinyal yang jauh lebih hawkish dengan menghapus indikasi pemangkasan suku bunga dan membuka peluang kenaikan bunga sebelum akhir tahun.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC/Federal Open Market Committee), Rabu (17/6/2026) waktu setempat, secara bulat memutuskan mempertahankan suku bunga dana federal pada kisaran 3,5%-3,75%. Level tersebut tidak berubah sejak bank sentral memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin pada paruh akhir 2025.
Baca Juga
Inflasi Inti PCE AS Sentuh 3,3%, The Fed Diperkirakan Tetap Tahan Suku Bunga
Meski keputusan suku bunga sesuai ekspektasi pasar, perubahan besar terlihat pada proyeksi kebijakan dan komunikasi bank sentral.
Dalam "dot plot" atau peta proyeksi suku bunga para pejabat The Fed, perkiraan sebelumnya yang menunjukkan kemungkinan satu kali pemangkasan suku bunga tahun ini dihapus. Sebaliknya, median proyeksi kini menunjukkan suku bunga dana federal berada di level 3,8% pada akhir 2026, naik dari 3,4% dalam proyeksi Maret lalu.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa mayoritas pejabat mulai mempertimbangkan perlunya setidaknya satu kali kenaikan suku bunga.
Dari 18 pejabat yang mengirimkan proyeksi, delapan memperkirakan suku bunga tidak berubah, satu memperkirakan penurunan, dan sembilan lainnya memperkirakan setidaknya satu kenaikan.
Warsh Tolak Ikut Dot Plot
Sorotan utama pertemuan kali ini adalah absennya proyeksi pribadi Warsh dalam dot plot.
Warsh, yang selama ini dikenal sebagai kritikus alat proyeksi tersebut, mengonfirmasi bahwa dirinya sengaja tidak mengirimkan perkiraan suku bunga.
"Saya tidak mengirimkan dot untuk diri saya sendiri. Menurut saya itu tidak membantu dalam pelaksanaan kebijakan moneter," kata Warsh dalam konferensi pers, dikutip CNBC.
Baca Juga
Kevin Warsh Gantikan Jerome Powell di Tengah Tekanan Inflasi dan Desakan Trump
Ia mengungkapkan bahwa The Fed sedang membentuk sejumlah gugus tugas untuk mengevaluasi cara komunikasi bank sentral, termasuk penggunaan dot plot, konferensi pers, notulen rapat, dan berbagai bentuk panduan kebijakan lainnya.
Langkah itu memicu spekulasi bahwa Warsh dapat mengubah secara signifikan cara The Fed berkomunikasi dengan pasar.
Selain perubahan proyeksi, Warsh juga memangkas secara drastis panjang pernyataan resmi pascarapat. Jika pernyataan setelah rapat April terdiri dari 341 kata, kali ini hanya 130 kata. "Sedikit lebih pendek, lebih sederhana dan menghapus sejumlah bahasa lama," kata Warsh.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ekonomi AS masih tumbuh solid meskipun ketidakpastian tetap tinggi akibat konflik Timur Tengah.
The Fed juga mencatat pertumbuhan produktivitas dan investasi modal yang kuat, sementara pasar tenaga kerja tetap stabil dengan tingkat pengangguran yang relatif tidak berubah.
Namun bank sentral mengakui inflasi masih berada di atas target 2%. "Inflasi tetap tinggi dibandingkan target 2% Komite, sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi. Komite akan memastikan stabilitas harga," demikian isi pernyataan tersebut.
Inflasi Naik, Pertumbuhan Melambat
Dalam proyeksi ekonomi terbaru, para pejabat menaikkan perkiraan inflasi 2026 menjadi 3,6% untuk inflasi utama dan 3,3% untuk inflasi inti. Pada Maret lalu, kedua indikator tersebut diperkirakan hanya berada di level 2,7%.
Sebaliknya, proyeksi pertumbuhan ekonomi AS sedikit diturunkan menjadi 2,2% dari sebelumnya 2,4%. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan berada di 4,3%, sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Lonjakan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi akibat perang Iran menjadi tantangan utama bagi pembuat kebijakan. Meski demikian, Warsh menegaskan komitmen penuh The Fed untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.
"Komitmen untuk mencapainya kuat, bulat, dan tidak ambigu. Ini adalah pesan penting yang hilang selama lima tahun terakhir, dan kami akan memperbaiki," tegasnya.
Baca Juga
Jauh Melampaui Ekspektasi, Lapangan Kerja AS Mei Bertambah 172.000
Pasar tenaga kerja yang tetap tangguh juga memperumit argumen untuk pemangkasan suku bunga. Data terbaru menunjukkan nonfarm payrolls bertambah 172.000 pekerjaan pada Mei, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,3%.
Setelah keputusan tersebut, pelaku pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga dapat terjadi secepatnya pada Oktober mendatang.
