Kemlu Apresiasi Dialog AS-Iran Mencapai Kesepakatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyambut baik tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurut Kemlu, dalam pernyataan resminya, kesepakatan tersebut sebagai perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai.
“Serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan,” bunyi keterangan resmi Kemlu, di akun X resminya, Senin (15/6/2026).
Kemlu mengapresiasi upaya seluruh pihak dan para mediator yang telah berkontribusi secara konstruktif dalam memfasilitasi dialog dan mendorong penyelesaian perbedaan secara damai.
“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk terus menahan diri, mematuhi komitmen yang telah disepakati, serta terlibat secara konstruktif melalui dialog guna menjaga momentum menuju de-eskalasi,” ucap dia.
Kemlu mendorong implementasi kesepakatan dan menegaskan kembali kesiapan untuk mendukung upaya yang bertujuan memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasa sesuai dengan hukum internasional, serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Berdasarkan dokumen memorandum dan berbagai laporan media internasional, terdapat enam poin utama yang menjadi fondasi perdamaian AS-Iran.
Pertama, penghentian perang dan gencatan senjata selama 60 hari. Kedua negara sepakat menghentikan operasi militer di seluruh front pertempuran dan membuka ruang negosiasi menuju perjanjian damai permanen.
Baca Juga
Kedua, pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran berkomitmen membuka jalur pelayaran internasional, sedangkan AS akan mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Langkah ini dinilai sebagai faktor utama yang mendorong kejatuhan harga minyak dunia.
Ketiga, komitmen Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir. Tehran menyatakan tidak akan mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir dan akan menghentikan pengayaan uranium lebih lanjut selama masa perundingan.
Keempat, pelepasan aset Iran yang dibekukan. AS dilaporkan bersedia memfasilitasi pencairan aset Iran di luar negeri senilai sekitar US$ 24–25 miliar sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascaperang.
Kelima, relaksasi sanksi ekonomi. Washington dikabarkan tidak akan menjatuhkan sanksi baru selama proses negosiasi berlangsung dan membuka peluang pemberian waiver bagi ekspor minyak Iran.
Keenam, perundingan lanjutan selama 60 hari. Kedua negara akan membahas isu-isu yang lebih kompleks, termasuk masa depan program nuklir Iran, mekanisme pengawasan internasional, serta pencabutan sanksi secara permanen.
