Israel-Hamas Dikabarkan Telah Mencapai Kesepakatan Tentatif Soal Pembebasan Sandera
GAZA, Investortrust.id – Ada secercah harapan mencuat di tengah konflik senjata Israel-Hamas yang sudah menelan banyak korban. Kedua pihak dikabarkan telah mencapai kesepakatan tentatif terkait pembebasan sandera dan gencatan senjata.
Baca Juga
Indonesia Kutuk Serangan Israel terhadap RS Indonesia di Gaza
Kesepakatan tentatif mengenai pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas dicapai Selasa (21/11/2023), kata sumber NBC News.
Seorang pejabat senior AS dan sumber yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan bahwa kesepakatan apa pun memerlukan persetujuan pemerintah Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan rapat kabinet membahas hal ini.
Departemen Luar Negeri AS kemudian menegaskan kembali bahwa “kita hampir mencapai kesepakatan,” namun memperingatkan bahwa anggota kabinet Israel sedang dalam proses membahas masalah tersebut.
Sebelumnya, Netanyahu mengatakan negosiasi pembebasan sandera yang disandera Hamas mengalami kemajuan. “Saya pikir tidak ada gunanya mengatakan terlalu banyak, bahkan saat ini pun, tapi saya berharap akan ada kabar baik segera,” kata Benjamin Netanyahu, menurut pernyataan yang diterjemahkan Google dari kantornya.
Hal ini terjadi setelah pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, mengatakan bahwa kelompok militan Palestina dan Israel “hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata.”
Pejabat Hamas lainnya, Izzat al-Rishq, mengatakan pembicaraan yang sedang berlangsung berfokus pada pertukaran perempuan dan anak-anak yang ditahan oleh Israel dan kelompok militan Palestina.
Mengutip CBN News, kemungkinan kesepakatan tersebut akan mencakup pertukaran sekitar 50 perempuan dan anak-anak dengan sekitar 150 tahanan Palestina yang ditahan Israel pada tahap pertama.
Jumlah tersebut dapat berubah dan kesepakatan tersebut, yang mungkin masih bisa gagal, memerlukan persetujuan dari pemerintah Israel.
Seorang pejabat senior Israel yang menguraikan perjanjian tentatif secara rinci juga mengatakan ada opsi untuk memperpanjang potensi gencatan senjata selama beberapa hari tambahan dengan imbalan pengembalian 10 sandera per hari.
Sebagai bagian dari perjanjian itu, Israel akan membebaskan 150 tahanan perempuan dan anak-anak Palestina yang tidak secara langsung membunuh warga Israel, melainkan berperan sebagai pendukung dalam serangan teror. Keluarga korban tahanan mempunyai hak untuk mengajukan petisi ke pengadilan mengenai perjanjian tersebut berdasarkan hukum Israel.
Pejabat itu menekankan bahwa Israel hanya melakukan negosiasi untuk warga negara Israel, termasuk mereka yang memiliki kewarganegaraan ganda – atau mereka yang memiliki kewarganegaraan Israel bersama dengan negara lain. Israel mengatakan negara-negara lain harus bernegosiasi untuk mencapai persyaratan mereka sendiri dengan Hamas.
Baca Juga
Militer Israel Sebut Temukan Terowongan 55 Meter di Bawah RS Al-Shifa Gaza

