Mark Zuckerberg Akui Meta 'Blunder' dalam Transformasi AI Perusahaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortruts.id - CEO Meta Mark Zuckerberg mengakui perusahaannya melakukan sejumlah kesalahan dalam proses transformasi kecerdasan buatan (AI). Pengakuan tersebut disampaikan dalam memo internal baru-baru ini.
Zuckerberg mengatakan perubahan besar yang dipicu perkembangan AI membawa tantangan baru bagi perusahaan. Menurutnya, Meta masih akan menghadapi berbagai penyesuaian dalam proses transformasi tersebut.
"Dengan kompleksitas perubahan ini, kami telah membuat kesalahan dan hampir pasti akan membuat lebih banyak kesalahan," tulis Zuckerberg dilansir dari Reuters, Minggu (14/6/2026).
Baca Juga
AI Harus Bisa Diakses Semua Kalangan, Bukan Hanya Segelintir Orang
Meta saat ini tengah menggelontorkan investasi ratusan miliar dolar AS untuk memperkuat pengembangan AI. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perusahaan mengintegrasikan AI ke berbagai lini operasional.
Zuckerberg mengatakan dirinya berupaya menjaga stabilitas organisasi di tengah perubahan besar tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa perkembangan industri teknologi bergerak sangat cepat dan tidak sepenuhnya dapat dikendalikan.
Meski demikian, Meta menegaskan tidak berencana melakukan PHK massal tambahan pada tahun ini. Pernyataan tersebut diberikan setelah perusahaan melakukan restrukturisasi besar beberapa bulan lalu.
Baca Juga
Layanan Meta Down Global Malam Ini, dari Facebook, Instagram, hingga WhatsApp 'Error'
Sebagai penginga, pada Mei lalu Meta memangkas sekitar 10% tenaga kerja globalnya. Perusahaan juga memindahkan sekitar 7.000 karyawan ke berbagai inisiatif yang berkaitan dengan alur kerja berbasis AI.
Menurut Zuckerberg, restrukturisasi tersebut memungkinkan Meta menciptakan peran-peran baru yang lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan. Langkah itu juga memberi fleksibilitas untuk menempatkan kembali karyawan jika diperlukan.
Di sisi lain, Meta berencana meningkatkan investasi untuk memperkuat kolaborasi antar tim. Perusahaan akan menambah anggaran untuk kegiatan internal, termasuk acara perusahaan dan pertemuan kerja.
Selain itu, Meta tengah menyiapkan hackathon berskala besar pada Juli mendatang. Kegiatan tersebut ditujukan untuk mempercepat pengembangan model AI terbaru sekaligus memperkuat kerja sama lintas divisi.
Zuckerberg juga mengakui adanya kekhawatiran terkait semakin luasnya tanggung jawab para manajer. Karena itu, Meta berencana mengurangi praktik pengawasan yang terlalu besar dalam struktur organisasi mereka.
