Mark Zuckerberg Sebut TikTok Jadi Ancaman Serius Meta, Mengapa?
WASHINGTON, investortrust.id - CEO Meta Mark Zuckerberg mengakui kesuksesan TikTok menjadi ancaman bisnis perusahaan Meta yang mencakup Instagram dan WhatsApp. Pernyataan itu disampaikan dalam persidangan antitrust yang digelar Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat (AS) pekan lalu.
Dilansir dari TechCrunch, Senin (21/4/2025), Zuckerberg secara terbuka mengakui bahwa kesuksesan TikTok menjadi ancaman serius bagi Meta. Ia menyebut platform video pendek milik ByteDance itu sebagai prioritas utama dan ancaman persaingan yang sangat mendesak sejak kemunculannya pada 2018.
“Pertumbuhan kami melambat secara drastis ketika TikTok mulai populer,” ujar Zuckerberg di hadapan pengadilan.
Baca Juga
Disidang Antitrust, Mark Zuckerberg Ungkap Pernah Ingin Pisahkan Instagram dari Meta
Miliarder itu menambahkan bahwa TikTok tetap menjadi fokus utama upaya kompetitif Meta hingga kini. Pengakuan tersebut menjadi salah satu pernyataan penting dalam pekan pertama persidangan yang berpotensi memaksa Meta memisahkan Instagram dan WhatsApp dari induk perusahaan jika FTC memenangkan gugatan.
TikTok mulai naik daun setelah ByteDance mengakuisisi Musical.ly pada 2017 dan menggabungkan pada 2018. Dalam periode yang sama, Meta (yang saat itu masih bernama Facebook) berhenti melaporkan jumlah pengguna Facebook secara terpisah. Sebagai gantinya, Meta mulai menghitung pengguna Instagram dan WhatsApp secara gabungan untuk menyembunyikan penurunan pengguna Facebook.
Dalam kesaksiannya, Zuckerberg mengomentari perubahan besar dalam cara orang menggunakan media sosial. Menurutnya, aplikasi sekarang lebih berfungsi sebagai mesin penemuan, kemudian konten tersebut bisa dibawa ke aplikasi pesan.
Baca Juga
Lebih lanjut, bos Meta itu mengungkap bahwa pada 2025, perusahaan akan menargetkan kembalinya Facebook versi OG (original) dengan fitur baru yang memudahkan koneksi antar-teman, termasuk tab "Friends" yang diperbarui untuk menampilkan permintaan pertemanan dan aktivitas pengguna.
Di tengah kekhawatiran atas pengaruh TikTok, Pemerintah AS terus menekan ByteDance agar menjual kepemilikannya atas aplikasi tersebut. Sayangnya, situasi perang dagang antara AS-China memperkeruh situasi ini sehingga nasib TikTok di Negeri Paman Sam semakin jauh dari titik cerah. (C-13)

