Israel Bertekad Serang Balik Iran, Sekutu: Tahan!
JAKARTA, investortrust.id - Israel menyatakan akan memberikan respons terhadap serangan drone dan rudal Iran pada akhir pekan lalu. Sementara itu di saat yang sama Inggris dan AS mendesak Tel Aviv untuk tidak melakukan serangan balik di tengah kekhawatiran akan pecahnya konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Sebelumnya Panglima militer Israel, Letjen Herzi Halevi, mengatakan pada hari Senin (15/4/2024) bahwa Israel masih mempertimbangkan langkahnya untuk menyerang balik setelah Iran melancarkan serangan dengan ratusan drone, rudal balistik, dan rudal jelajah.
Dia mengatakan serangan Iran pada hari Sabtu "akan ditanggapi dengan balasan", demikian dilansir TheSky.com.
Sejauh ini sejumlah negara yakni AS, Inggris, Prancis hingga Yordania telah membantu Tel Aviv menetralkan serangan rudal dan drone yang ditembakkan ke Israel.
Pada kesempatan berbeda, Perdana Menteri Rishi Sunak mengatakan, "semua pihak harus menahan diri" dan mengungkapkan bahwa ia akan segera berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sunak juga menghadapi seruan lebih lanjut di parlemen untuk menetapkan larangan bagi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kekuatan tempur utama Teheran.
Sunak menanggapinya dengan mengatakan bahwa organisasi tersebut telah diberi sanksi, dan bukan dilarang secara keseluruhan.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan kepada Sky News bahwa Iran telah menunjukkan sifat "jahatnya", namun serangannya "hampir gagal total". Namun demikian Cameron mengatakan, "harapan Inggris adalah tidak akan ada respons balasan" dan ia mendesak Israel untuk menahan diri.
Baca Juga
Didukung Faktor Ini, Indonesia bisa Kurangi Ketegangan Iran-Israel
“Ini adalah waktu untuk berpikir dengan kepala dan hati,” kata mantan perdana menteri tersebut. "Menjadi pintar sekaligus tangguh," ujar Cameron dikutip Sky News.
Seperti diberitakan, Iran melancarkan serangan setelah hampir dua pekan gedung konsulatnya di Damaskus diserang Israel hingga menewaskan tujuh petugas Korps Garda Revolusi Islam, termasuk dua komandan senior.
Pada Senin sore (15/4/2024), dilaporkan Israel ingin memulai tindakan terhadap Iran dengan berkoordinasi dengan AS. Setelah pertemuan kabinet perang Israel, Channel 12 News menyebut Israel bertujuan untuk melukai Iran tanpa harus diikuti perang habis-habisan.
Jika hal ini benar, maka keinginan untuk melakukan serangan bersama terhadap Iran, bersama dengan AS, akan bertentangan dengan komentar yang diatribusikan kepada Joe Biden. Para pejabat mengatakan Biden telah memperingatkan Netanyahu bahwa AS tidak akan mengambil bagian dalam serangan balasan terhadap Iran.
Biden baru secara terbuka membahas serangan Iran pada hari Senin, dengan mengatakan bahwa AS “berkomitmen terhadap keamanan Israel”. “Kami berkomitmen terhadap gencatan senjata yang akan memulangkan para sandera dan mencegah konflik meluas melebihi apa yang telah terjadi,” kata Biden saat bertemu dengan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al Sudani di Ruang Oval.

