Israel Serang Balik Iran, Menteri ESDM: Pertamina Sudah Ambil Langkah Pengamanan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyebutkan, Pertamina sudah mengambil langkah pengamanan untuk menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah seusai Israel menyerang balik Iran pada Kamis (18/4/2024) waktu setempat.
Serangan itu sendiri dikhawatirkan berdampak terhadap harga minyak dunia. Untuk itu, Arifin Tasrif berharap agar saling berbalas serangan yang dilakukan oleh Israel dan Iran bisa berakhir.
“Minyak kemarin sudah di US$ 87 per barel, tadi pagi sempat naik US$ 90 per barel, tetapi saya lihat reda lagi. Mudah-mudahan ini cubit-cubitannya (berbalas serangannya) cukup. Tetapi menteri luar negeri iran kan bilang kita akan respons lagi. Itu yang kita khawatirkan,” kata Arifin Tasrif saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Migas, Jumat (19/4/2024).
Baca Juga
Erick Minta Pertamina dan BUMN Lain Beli Dolar Secara Terukur, Sesuai Kebutuhan
Meski konflik di Timur Tengah sedang memanas, Arifin menyebut Indonesia memiliki stok minyak dan gas yang cukup untuk 17 hingga 30 hari mendatang. Hal ini karena Pertamina sudah mengambil langkah-langkah pengamanan jika nanti ada kesulitan suplai terutama dari daerah-daerah konflik.
“Kita sudah set Pertamina, sudah melakukan pengamanan, termasuk juga untuk LPG. LPG ini kan penting ya. Kalau punya beras enggak bisa dimasak, repot juga. Makanya itu kita untuk security energy kita harus banyak siapkan (alternatif),” ujar Arifin Tasrif.
Terkait dengan energi alternatif sendiri, Arifin memaparkan pemerintah sudah punya banyak program, seperti jargas dan kompor listrik. Menurutnya, konflik Iran dan Israel ini menjadi peringatan bagi Indonesia untuk bisa mengakselerasi pemanfaatan gas dan sumber energi lainnya.
“Kalau gas kan kita punya, malah nambah suplai gasnya kan, Masela nanti, tetapi yang dari wilayahnya Mahakam itu, dari Gehem, baru nanti Geng North, ini yang immediate production ini bulan Sepetember ada tambahan sampai nanti peak-nya di 2027-2028. Di situ ada tambahan kira-kira 3,5 TCF,” sebutnya.
Baca Juga
BEI: Seluruh Bursa Asia Terkoreksi Dalam Akibat Kabar Israel-Iran, Penurunan IHSG Bukan Terparah!
Menurut Arifin Tasrif, Indonesia memiliki sumber energi yang berlimpah dan perlu dimanfaatkan dengan maksimal. Arifin menyebut, selain gas, Indonesia juga punya listrik dan energi primer yang mencukupi.
“Tetapi infrastruktur untuk suplai bisa sampai itu yang harus kita jangka menengah, jangka pendek, harus disiapkan,” katanya.

